31 Maret 2009
Masih ingat cerita saya ketika jalan-jalan di Morioka? Kalau lupa bisa cek di sini. Di situ, saya cerita tentang hari pertama berkeliling Morioka. Salah satunya tentang kedai makanan unik yaitu Bakudanyaki. Secara harfiah Bakudan (ばくだん) berarti bom, sedangkan yaki (焼) artinya bakar. Wah, bom bakar? Meledak dong?? Hehe
Jangan khawatir, ini cuma namanya sajakok. Kalau menurut saya, makanan ini merupakan campuran antara Takoyaki dan Okonomiyaki. Tetapi ukurannya jauh lebih besar dari Takoyaki. Cara pembuatan dan isinya pun sama, bisa custom, mau diisi apa. Harganya berkisar antara 315 yen – 480 yen per buah. Kalau buat ukuran perut saya, satu buah saja sangat mengenyangkan (habis gede banget bo!).
Nah, kali ini saya akan cerita tentang membuat bakudanyaki. Sepulang dari Osaka waktu itu, kami menemukan cetakan listrik untuk membuat bakudanyaki. Harganya cukup murah hanya 1900 yen. Maka, terpikirlah untuk membuat bakudanyaki sendiri.
Setelah berbelanja, inilah bahan-bahan yang kami dapat. Komplit semua. Yang lucu, ternyata Katsuo Boshi-nya adalah produk import dari Indonesia! Nanonano chan sampai terkagum-kagum. Ya, karena Katsuo Boshi atau ikan Bonito Serut itu kan sama dengan ikan Cakalang yang memang diproduksi di Makassar (saya pernah lihat proses pembuatannya di TVRI dulu).
Bahan-bahan yang diperlukan
(Karena ini versi kami, jadi sak penak’e dhewe nakar & cara masaknya).
Untuk adonan:
1. Tepung terigu
2. Air
3. Telur
4. Bumbu mi instant (karena males n gk ada konbu)
5. Margarine
Untuk isi:
1. Gurita
2. Mi instant yang sudah direbus, ambil segenggaman.
3. Tenkasu (tepung goreng sisa tempura)
4. Daun bawang iris2
5. Beni shoga (jahe merah) dicincang kecil2
Untuk garnish:
1. Katsuoboshi
2. Aonori (nori bubuk)
3. Saus otafuku
4. Mayonnaise
Cara memasak:
(lagi-lagi mungkin agak berbeda dengan orang pada umumnya)
1. Bahan adonan dicampur dan diaduk jadi satu .
2. Panaskan alat pemanggang, olesi dengan minyak, jangan terlalu banyak, tipis saja.
3. Setelah panas, masukkan adonan hingga memenuhi cetakan.
4. Masukkan potongan daging gurita, daun bawang, beni shoga, tenkasu dan mi instant (makanya disebut perpaduan dengan okonomiyaki karena memakai mie instant ini).
5. Tunggu dengan sabar hingga bagian bawah agak mengeras, kecilkan suhu.
6. Siapkan sumpit untuk membalik adonan ini dengan gerakan memutar seperti membalik telur dadar. Jangan takut tumpah karena jika mbleber kemana-mana tinggal dikumpulkan dan tarik masuk ke dalam cetakan.
7. Tunggu hingga memadat dan berwarna kecoklatan.
8. Jika sudah terlihat matang dan padat. Gunakan sumpit untuk menusuk bagian tengahnya. Tusuk dari samping atau dari atas dengan kedua sumpit. Angkat dengan hati-hati supaya tidak hancur. Masukkan ke dalam piring/mangkok.
9. Oleskan saus otafuku, mayonnaise, taburkan aonori kemudian terakhir taburi dengan katsuo boshi.
Tadaa~ jadi deh bakudanyaki acak kadut, tapi rasanya: nggak jauh beda sama Honpo punya hehehe.
Semua bahan bisa dicari di supermarket-supermarket yang menjual bahan makanan Jepang seperti di Papaya dan Kamome di daerah Melawai, Jakarta Selatan. Selamat mencoba!
Ps. Untuk resep takoyaki yang bener silahkan lihat ke sini ya.









6 responses to “Bakudanyaki: Memanggang Bom!”
Selvi
February 22nd, 2011 at 12:24
Sis, itu cetakan takoyakinya kok lucu banget
buat takoyaki ukuran jumbo ya?
Beli di mana ya?
doppelgangerishere
February 26th, 2011 at 19:03
itu untuk bakudanyaki. saya belinya di Osaka
Selvi
February 27th, 2011 at 01:20
aku rencananya mao beli alatnya, titip temen yg liburan ke jepang..
Alatnya itu awet ga sis? lalu aku liat di internet dgn merk yg sama kok rasanya ga ada pengatur suhunya ya
klo buat ngecilin suhunya gmn?
Adonan yg digunakan klo menggunakan adonan resep takoyaki bisa kah?
apa dalemnya ga lembek jadinya?
Selvi
February 27th, 2011 at 01:27
oow ya, aku agak susah cari tenkasu, pengganti tenkasu apa ya sis? yang mudah dicari di supermarket gt ;p
doppelgangerishere
March 10th, 2011 at 16:33
mbaknya tinggal dimana? klo di jakarta. semua bahan bisa didapat di papaya supermarket di daerah melawai. pada dasarnya tenkasu itu cuma remah sisa gorengan tempura. klo mbaknya mau coba eksperimen, bisa buat sendiri dari adonan tepung, misalnya sisa pisang goreng atau mendoan. semoga membantu
doppelgangerishere
March 10th, 2011 at 16:37
kebetulan alatnya saya tinggal di sana hehe jadi saya nggak tahu awet apa nggak. untuk mengecilkan seingat saya ada knopnya. adonannya kurang lebih sama dengan takoyaki karena setahu saya takoyaki itu memang lembek di dalam
1 Trackbacks / Pingbacks
Hey, Kuro! « Doppelganger is here June 15th, 2011 at 21:57
[...] bicara banyak hal sambil makan makanan yang dibuat Ume dan tentu saja bakudanyaki. Ume bercerita bahwa ia sangat sayang pada Kuro, baginya Kuro adalah satu-satunya teman yang [...]