Hey, Kuro!

Seharusnya saya menyelesaikan tulisan ini sejak setahun lalu (masih ingat cerita berseri tentang petualangan sherina saya di Jepang?). Awalnya karena habis membaca postingan saya tentang phobia anjing, saya jadi teringat selain Leo dan Pink masih ada satu lg my canine friend yang belum disebutkan. Dia adalah Kuro. Namun, karena Kuro merupakan peranakan golden retriever dan labrador maka seperti namanya, warnanya hitam. Warna hitam selalu diasosiasikan dengan sesuatu yang menakutkan, jahat, licik, pokoknya semua yang negatif. Tapi Kuro, he’s such an angel :).

Untung saya bertemu Leo dan Pink lebih dahulu, coba kalo langsung ketemu Kuro ketika phobia saya masih ada. Bisa pingsan duluan, deh!

Pemilik Kuro bernama Ume, dia adalah sahabat baiknya nano nanochan. Pertemuan saya dengan Kuro sempat batal karena saya terlalu takut untuk masuk ke rumah Ume waktu itu. Baca crita singkat sekalinya di sini.

Waktu itu saya hanya menunggu di mobil dan menunggu nano nanochan menjemput Ume (yang lagi cuci piring hehe). Selama menunggu, saya mendengar salak anjing dengan keras dan kedengarannya galak sekali. Makin jiper saya dan berpikir itu adalah Kuro.

Tapi ketika berkunjung ke rumah Ume untuk yang kedua kali (setelah bertemu Leo dan Pink), saya tidak kaget lagi ketika berhadapan dengan Kuro. Ketika menuju flatnya Ume, terdengar salakan yang sama yang saya dengar sebelumnya. “Tenang saja, itu bukan Kuro, tapi anjing kecil punya tetangga,” kata Ume tenang. “Lho, aku pikir itu Kuro makanya waktu itu aku nggak berani turun masuk ke rumahmu, maaf ya?” kata saya. “Haha ngga apa2, Kuro itu nggak pernah nggonggong, dia manis dan tidak agresif,” jelas Ume.

Dan benar saja, ketika kami masuk ke flatnya Ume, Kuro sudah menunggu dengan manis dan tenang persis seperti Pink. Hati saya tetep deg-degan karena Kuro itu bener3 “kuro” alias hitam pekat. Tapi, sikapnya benar-benar menunjukkan bahwa dia itu tuan rumah yang baik. Dia nggak ‘ndusel2’ kayak Leo. Kuro duduk di tempatnya ketika kami membuat makanan.

Kami bicara banyak hal sambil makan makanan yang dibuat Ume dan tentu saja bakudanyaki. Ume bercerita bahwa ia sangat sayang pada Kuro, baginya Kuro adalah satu-satunya teman yang mengerti. Kuro sudah berumur 8 tahun waktu itu dan masih sehat (semoga sehat terus ya, Kuro). Saya mengerti perasaan Ume  karena saya pun punya Kowok yang selalu ngangenin kalo saya jauh dari rumah.

Pasang aksi dengan Ume (lihat, Kuro juga mau!) :D
Makanan buatan Ume. Sederhana tapi wuenak :)

Sambil makan kami membahas tentang perjalanan kami ke Osaka. Lalu Ume bertanya, “Kamu tahu kuidaore?”. Saya jawab, tidak tahu. Lalu Ume bangkit dan mengambil sesuatu dari lemarinya. Sebuah handphone strap dengan boneka badut berkacamata (persis saya deh) membawa drum di belakang. “Ini kuiadore” jelas Ume. Ini adalah patung terkenal dari Osaka, namanya Kuidaore Taro. Letaknya di depan restoran bernama sama di daerah Dotonbori. Restoran ini berlantai 8 yang di masing-masing lantainya menyajikan jenis makanan yang berbeda. Namun sayang, patung ini lebih terkenal dari restorannya. Orang banyak datang untuk berpose dengan si patung tapi tidak masuk untuk makan di restorannya. Akibatnya, restorannya jadi tidak laku dan tutup pada tahun 2008.

Kuidaore sendiri berarti makan sampai bangkrut (menggambarkan obsesi orang-orang Osaka terhadap makanan). Orang Osaka memang terkenal suka makan. Kota ini bahkan dijuluki kota makanan, baca postingannya di sini. Ada artikel tentang orang Osaka yang mengatakan bahwa orang Osaka itu memang pandai melawak karena mereka selalu makan makanan enak (ngiri deh, hahay).

Sayang sekali saya datang tak lama setelah kuidaore tutup. Padahal patung itu salah satu ikon dari kota Osaka. Karena inilah, Ume memberikan hp strap kuidaore-nya buat saya. “Karena wita belum pernah dan nggak akan pernah liat kuidaore, nih, kukasih versi mini-nya,” kira-kira gitu kata Ume.

Kuidaore Taro hp strap

Kenyang, ngantuk dengan udara dingin menyelinap dari sela-sela dinding (di luar bersalju waktu itu) yang bercampur dengan heater, saya tidak tahan untuk tidak menutup mata. Tanpa sadar saya tertidur. Sebelum menutup mata, saya yakin Kuro ada agak jauh di sebelah saya, meringkuk karena kekenyangan juga.

Ketiduran

Ketika terjaga tiba-tiba, saya kaget karena pangkuan (ternyata Ume meletakkan selimut di pangkuan saya) dan bagian kiri badan saya menjadi hangat. Ketika membuka mata ternyata Kuro bersender pada saya (ugh beratt!) dia ikutan tidur juga. “Lihat, Kuro suka sama kamu,” kata nano nanochan. Saya mengelus kepalanya yang ditumbuhi bulu yang lembut. Ah, Kuro kamu memang sangat manis. Aku juga sayang sama Kuro!

Si Kuro ikutan bobo :)

I miss you Kuro…

(クロ...あいたかったな~)

http://www.emocutez.com

2 thoughts on “Hey, Kuro!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s