So the fire is almost out and there’s nothing left to burn… – The Cure, 39
Bahkan obrolan dengan subjek tentang dia pun tidak bisa mengubah suasana hati ini. entah mengapa, semua terasa salah. Entah bagian mana. Tempat inikah? Orang-orang inikah? Ah atau mungkin otakku yang salah?
Semua terasa kosong. Ada kalanya aku bergumam dan bermain dengan pikiranku sendiri “mungkin tidak seharusnya aku di sini. Apa sih yang aku lakukan di sini? Untuk apa?”. Di saat semua orang sudah duduk di kursi masing-masing dan siap melaju, aku masih ragu menjejakkan kakiku ke arah pintu kereta itu. aku tidak yakin kereta ini akan membawaku ke arah tujuanku. Namun, wajah-wajah di dalam kereta seakan berkata “apa yang kau lakukan, Pandir? Ayo cepat naik! Kereta ini akan segera berangkat!”.
Aku tanpa pikir panjang memanjat masuk ke dalam pintu yang tak lama menutup dengan cepat di belakangku. Pemandangan di stasiun mulai kabur. Aku menatap kosong stasiun melalui kaca transparan di depanku. Aku pergi…akankah kukembali? Pertanyaan yang sulit kujawab namun satu yang pasti… gerbong keretaku mulai bergerak…perlahan tapi pasti.




2 responses to “Kereta Lambat”
fajrBLusukAN
January 1st, 2012 at 20:10
STAsiun apa ini… bgus ini…!!!
D Laraswati H
January 10th, 2012 at 11:49
sukses ya mb…maju terus, jangan mundur, jangan turun dari kereta…ikuti trek ini dengan langkah pasti, jangan ragu….semoga semua sesuai dengan rencana TUHAN juga….