Teman/Sahabat/Friend/Tomodachi

Seorang teman men-tagged saya di salah satu notenya di facebook sore ini. Note ini berbunyi seperti ini:

“You came into my life as an unwelcome face :p
Not ever knowing our friendship, I would one day embrace
As I wonder through my thoughts and memories of you
It brings many big smiles and laugher so true

I love the special bond that we beautifully share
I love the way you show that you really care
Our friendship means the absolute world to me
I only hope this is something I can make you see

Thank you for opening your mind and your soul
I will do all I can to help heal your hearts little holes
Remember, your secrets are forever safe with me
I will keep them under the tightest lock and key

Always remember…. If you’re ever in need
I will try to be the best friend I can possibly be

Thank you for trusting me right from the start
You truly have got a wonderful heart
I am now so happy I felt that embrace
For now I see the beauty of my best friend’s face”

Kaget? ya sudah pasti…karena saya tidak pernah menyangka akan seperti ini. Tidak menyangka saya akan mendapati kembali kata-kata “teman” pada hidup saya.

Tidak pernah menyangka akan ada seseorang yang datang pada saya dan menyebut saya “teman” dan saya pun baru menyadari ternyata tembok yang saya buat selama ini sudah hancur total.

Tembok yang saya sendiri pikir tidak bisa saya tembus, ternyata perlahan-lahan mulai menipis dan saya baru merasakan bahwa saya tidak hidup sendiri…

Manusia es…mungkin itulah saya di masa lalu…trauma itu membuka mata ini…tidak semua orang baik, bahkan “teman” pun bisa berbalik menyerang…
Depresi? yah…sangat…sampai terkadang monster ini hampir muncul lagi…

Namun, note dari teman saya itu kembali menyadarkan saya arti saling mengasihi sesama manusia…
Bahwa manusia membutuhkan satu sama lain…
Kenyataan bahwa manusia adalah mahluk sosial…

Dan saya bisa memaafkan semua yang terjadi di masa lalu semata-mata karena mereka adalah manusia…

-wita-

2 thoughts on “Teman/Sahabat/Friend/Tomodachi

  1. oalah wit, emang di masa lalu ada apa sih? kok sampai membuat tembok segala.
    HIdup itu akan lebih ringan dan ceria jika kita mempunyai teman…dan jangan hanya satu…sebanyak-banyaknya
    your neechan
    EM

    • Yah, mungkin waktu itu aku masih terlalu naif, semua omongan orang dipercayai…rasanya dikhianatin gk cm sama satu orang dalam waktu yang bersamaan bener2 bikin hati teriris neechan, bener2 the lowest point of my life. Tapi aku belajar banyak dari situ, belajar untuk bangkit lagi n belajar untuk percaya sama orang lagi hihihi

      Betul banget teman itu membantu kita untuk keluar dari kemelut awan hitam yang kadang menyelimuti hidup ini *haiyaah bahasanya* hehhee makasih atas komen & kata2nya ya, neechan ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s