Bad News is A Good News

Buat yang belajar jurnalistik pasti tahu banget sm kalimat ini. Dulu waktu masih belajar di universitas, agak sedikit berpikir “kejam juga yah, dimana orang menderita, di situlah wartawan menuai berita”. Misalnya berita tentang banjir, kalau dari sisi kemanusiaan agak-agak nggak etis juga sih. Orang kesusahan tapi itu adalah sumber nafkah para pencari berita.

Tapi hari ini, kata-kata “Bad news is a good news” terngiang-ngiang di kepala.

Kenapa?

Yah, tadi siang baru menyadari bahwa kalimat tersebut betul adanya. Begini ceritanya:

Tadi pagi sempat melihat news ticker di salah satu stasiun televisi yang mengatakan bahwa hari ini akan ada 6 aksi protes yang mengepung Jakarta. Saya merasa tertarik untuk melakukan sebuah peliputan sendiri.

Akhirnya mencari tahu dimana saja titik aksi demonstrasi tersebut akan berlangsung. Titik titik aksi protes meliputi: Kantor Departemen Kelautan dan Periklanan (Jakarta Pusat), Gedung Nestle (Jalan Gatot Subroto), Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kedutaa besar Cina, Kantor Dinas Pengawasan dan Penataan Bangunan Pemprov DKI, Bunderan HI.

Bunderan HI

Bunderan HI

Saya memutuskan untuk datang ke bunderan Hi karena dirasa aksi di sana lebih menarik. Sekitar pukul 11.07 sampai di parkiran Sarinah kemudian berjalan menuju Bunderan HI. Jalan memang tampak lengang sekali. Hati sempat berdebar-debar, kira-kira seperti apa ya aksi demo kali ini. Bayangan mengenai kerusuhan sempat terbersit di pikiran.

Tapi apa yang terjadi? begitu sampai di Bunderan HI, disana tidak tampak satu pun kerumunan massa (ataupun bekas kerumunan massa). Saya terus bergerak melewati Bunderan HI. benar-benar bersih dari kerumunan massa, tidak ada satupun tanda bahwa tadi atau bahkan akan terjadi sebuah aksi protes. Kecewa deh!

Akhirnya berjalan menuju Sarinah lagi, sambil foto sana sini. Melewati Gedung Kedubes Jepang, ada banyak kerumunan orang disana (tapi tampaknya bukan berdemo sih). Jam sudah menujuk angka 12 lewat, waktunya makan siang. Sebelum masuk parkiran, menyempatkan makan siomay yang sudah saya incar dari pertama kali sampai. (sebenarnya mau ngeliput demo ato makan siomay sih? hehe)

Siomay Sarinah

Siomay Sarinah

Siomay ini seporsinya Rp6.000, cukup menggiurkan. Dan rasanya juga cukup enak (atau mungkin karena lapar yah?^^;;) Setelah cukup kenyang, saya memutuskan untuk tidak menyerah. Saya akan ke arah Kuningan, mungkin saya masih bisa dapat berita yang lain. Setelah mengisi bensin, motor kembali melaju ke arah Mega Kuningan.

Panas sekali hari ini dan lagi-lagi saya tidak mendapati apapun di depan Kedubes Cina. Tidak mau menyerah, saya mencoba menyusuri Jalan Gatot Subroto. Lagi-lagi nihil. Saya memutuskan untuk beristirahat sambil sholat dzuhur di daerah Menteng. Awalnya mau ke Istiqlal tapi terlalu jauh, akhirnya pilihan jatuh ke Mesjid Al-Hikmah, Menteng. Kenapa mesjid ini? karena sejuk karena pakai AC dan nyaman.

Setelah sholat, saya sudah tidak kuat lagi. Sudah pukul 2 dan di luar sana sangat panas. Akhirnya memutuskan pulang saja. Capek!

Hari ini Jakarta aman sentosa, yang tentu saja membuat saya (sedikit kecewa). Seandainya ada sedikit kericuhan pastinya seru heheheh. Ternyata memang benar Bad News is A Good News ^^

-wita-

4 thoughts on “Bad News is A Good News

  1. Hahaha
    Memang untuk reporter itu … Bad News is A Good News …

    Kalo dunia aman tentram … nggak seru bagi reporter …
    huahahaha

    (hush)

    Salam saya

    • Betul om! setuju! karena hari itu sangat membosankan karena dunia aman tentram hihihihi

      matur nuwun sudah komen, om🙂

      -witcha-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s