Insomnia

Saya masih tertidur lelap sekali (mimpi indah pula) ketika saya mendengar ketukan di pintu. Ketukan pertama saya abaikan, karena saya pikir, ah cuma mimpi. Namun ketika ketuka kedua terdengar jelas, saya pun terbangun “ini pasti adik saya dari kamar sebelah” saya piker. Dengan malas saya bangkit dari tempat tidur, menyalakan lampu dan membuka pintu dengan mata masih setengah terbuka. Dan benarlah di depan pintu adik perempuan saya itu dengan daster kesayangannya berdiri dengan raut wajah cemas. Saya lantas bertanya “kenapa?”

“Temenin aku dong, aku nggak bisa tidur nih, pindah tidur di kamarku aja deh” jawabnya.

Haduuhh, pindah tidur kamarmu?! Saya ini lagi enak-enak tidur kok malah disuruh pindah!

“Udah deh, tidur sini aja kalo takut” ujar saya.

“Tapi aku mau maen internet” katanya.

“Ya udah, pake laptopku aja“ jawab saya. Malas sekali berdebat ketika jam menunjukkan pukul 01.52 AM.

source: www.greenhealthspot.com

Waduh, insomnianya kumat nih!

Menurut wikipedia Insomnia adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur walaupun ada kesempatan untuk itu. Gejala tersebut biasanya diikuti gangguan fungsional saat bangun.

Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis. Banyak penderita insomnia tergantung pada obat tidur dan zat penenang lainnya untuk bisa beristirahat. Semua obat sedatif memiliki potensi untuk menyebabkan ketergantungan psikologis berupa anggapan bahwa mereka tidak dapat tidur tanpa obat tersebut.

Kembali pada adik saya…

Akhirnya dia dengan sigap membawa peralatan tidurnya: guling, bantal dan selimut, dan pindah ke kamar saya. Saya menyalakan laptop dan memasangkan internet. Kalau buat saya sih ada untungnya dia internetan di kamar saya, itu artinya donlotan dorama saya bisa lanjut hihihi (maklum sambungan internet cuma satu, jadi kalau mau pakai harus gantian tarik kabel sana sini).

Akhirnya internet sudah tersambung. Namun berhubung lampu kamar menyala, saya jadi tidak bisa tidur lagi. Ditambah nyeri di tenggorokan dan kepala yang pusing. Kami berdua akhirnya memutuskan untuk turun ke lantai satu untuk mengambil minum.

Saya membuat teh panas, dan roti tawar (laper bo!) sambil mencari-cari program tv apa yang masih ada pada dini hari seperti ini. Akhirnya saya menemukan program tv yang pas sekali dengan judul postingan ini “MTV Insomnia”. Acara yang tidak jelas tapi membuat saya dan adik saya tertawa terbahak-bahak. Saya kemudian berkata pada adik saya “orang-orang ini dibayar berapa yah buat ngisi acara live jam 3 pagi, ngelayanin telpon-telpon gak jelas pula” hahaha, dua orang VJ-nya memang beneran nggak jelas, dan ini acara live pula. Duh, makin nggak jelas deh! (^^)>

Akhirnya adik saya cerita tentang kenapa dia tidak bisa tidur. Rupanya dia mendengar “sesuatu” di luar. Kamar kami berdua ada di lantai dua, sedangkan kamarnya langsung menghadap ke luar alias genteng. Dia mendengar suara gedebuk berulang-ulang. Dia takut ada orang yang berusaha masuk ke rumah kami. Hmm…sejujurnya, ini bukan yang pertama kali dia merasa ketakutan seperti ini. Sebelum-sebelumnya juga pernah seperti ini.

Ketika di ruang bawah, saya juga sempat mendengar  “suara-suara aneh“ tapi saya tidak pedulikan. Memang sih kalau seperti ini hati jadi was-was dan tidak tenang. Agak sedikit menjengkelkan sih memang berhubung saya sedang tidak enak badan dari kemarin, saya berharap bisa tidur dengan tenang tapi malah terbangun.

Tetapi ada hikmahnya juga bangun jam 2, saya bisa menunaikan shalat malam dan kemudian lanjut sholat subuh (hore tidak kesiangan lagi). Sekitar pukul 4 adik saya baru terlelap (di kamar saya), dan gantian saya yang tidak bisa tidur. Huh!

Insomnia dan kematian

Sedikit info tentang insomnia, sebuah survei dari 1,1 juta penduduk di Amerika yang dilakukan oleh American Cancer Society menemukan bahwa mereka yang dilaporkan tidur sekitar 7 jam setiap malam memiliki tingkat kematian terendah, sedangkan orang-orang yang tidur kurang dari 6 jam atau lebih dari 8 jam lebih tinggi tingkat kematiannya. Tidur selama 8,5 jam atau lebih setiap malam dapat meningkatkan angka kematian sebesar 15%. Insomnia kronis – tidur kurang dari 3,5 jam (wanita) dan 4,5 jam (laki-laki) juga dapat menyebabkan kenaikan sebesar 15% tingkat kematian. Setelah mengontrol durasi tidur dan insomnia, penggunaan pil tidur juga berkaitan dengan peningkatan angka kematian.

Hayoo jangan suka pada begadang~~ (^^;)

Just like Om Roma said “begadang jangan begadaaang~“ (lho kok jadi dangdut gini?!o_O;)

Have a nice weekend everyone!

4 thoughts on “Insomnia

  1. mengerikan sekali dampaknya ya, baru tahu.
    teman saya menderita insomnia, sepertinya sudah sangat parah. tidak bisa tidur, jika tidak minum obat. andaikan tidurpun hanya sebentar2 saja, bahkan bisa2 (bukan sengaja dikuat2in ya) tidak tidur berhari2. kasihan deh ngelihatnya.

    Cara Membuat Web

    • iya, saya juga tahu setelah membaca tentang insomnia ini
      hmm mungkin karena berhubungan dengan syaraf jadi intinya pasti dari pikiran kita

  2. huhuhu…thank you for accompanying me…

    waaakss..gangguan kejiwaan?? masa sih, cuma aga hobi aja staying up late ko, hehe..tapi insomnia gw mah insomnia kreatif. tidur aja masih bisa mikir, apalagi ga tidur..kekekekekek.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s