Lelang Coklat, Mengagumi Bintang dan Kimono Second

Note: Postingan berikut akan dibuat berseri. Menceritakan perjalanan saya ke Jepang tepat setahun yang lalu. Untuk membacanya, harap set tanggalan anda, mundur ke tahun 2009. Hehehe.

12 Maret 2009 09.37 AM (Japan Local Time)

Ameyokocho: murah meriah!

Wajah asli tempat ini baru terlihat pagi ini. Toko-toko yang semalam tutup,kini dipenuhi dengan pengunjung yang sibuk melihat barang-barang yang dijajakan. Tempat ini terkenal dengan barang-barang murah meriah. Ramai sekali.

Kalau menurut beberapa info yang saya baca sih, pada jaman setelah Perang Dunia II, tempat ini dikenal sebagai black market. Bahkan ada spekulasi bahwa nama “Ame” (ditulis dengan katakana) bisa jadi berarti permen merupakan kependekan dari Amerika, dimana waktu itu dijual barang-barang black market asal Amerika. Tapi sekarang tentu saja sudah banyak barang-barang legal yang dijual di sini.

saya pikir "ameyokocho" itu artinya gang hujan hihihi

Dia mengatakan ada satu toko favoritnya disini. Toko ini toko coklat, namun sangat unik cara penjualannya.

Lelang coklat ^^

Si pemilik toko akan memasukkan coklat berbagai merek ke dalam kantong dan mengobral harganya. Orang-orang akan menunggu sampai kantong itu penuh, dan si penjual meneriakkan harga kantong yang penuh dengan coklat itu yaitu 1000 yen! Seperti lelang saja. Hehe

Dari Ameyokocho, kami bergerak menuju Kawasaki. Oh iya, saya sempat merasakan makan ramen sambil berdiri. hihihi unik, sayang tidak sempat foto. Dari restoran itu saya baru tahu bahwa di beberapa tempat makan, kita harus mengembalikan nampan dan mangkok bekas kita makan ke counter piring kotor. Tidak ada pelayan yang membereskan. Awalnya saya heran, tapi akhirnya mengerti juga.

Planetarium kecil di Kawasaki

Dari Ameyokocho, kami bergerak menuju Kawasaki. Tahukah kalian, kamu nyasar di sini. Kami turun terlalu cepat. Maka harus naik kereta lagi. Alhasil sekitar pukul 12.35 kami baru sampai di Kawasaki.

Apa yang menarik disini? Ada sebuah planetarium kecil di sana,  proyektornya dikenal dengan nama megastar. Katanya nomor 1 di Jepang.  Di sini hanya mengambil satu gambar saja. Belakangan saya baru tahu kalau ini adalah planetarium yang sama yang diceritakan oleh neechan Imelda disini.

Perjalanan menanjak menuju planetarium

Jalan menuju planetarium jauuh dan menanjak. Saya yang belum terbiasa dengan udara dingin berulang kali merapatkan jaket (padahal sudah pakai jaket tebal lho).

Pertunjukan planetarium berlangsung pukul 13.00. Ini kedua kalinya dalam hidup saya, menyaksikan pertunjukan di planetarium. Dulu pertama kali ketika kelas lima SD, dibawa oleh sekolah ke planetarium di Taman Ismail Marzuki, Cikini.

Ok kembali ke Jepang.

Megastar, proyektor bintang nomor satu di Jepang

Penjelasan mengenai tata surya di planetarium ini dibawakan dalam bahasa Jepang. Kami diberikan teropong untuk dapat melihat ke atas. Tidak menangkap apa yang dikatakan oleh narator, saya menengok ke sebelah kiri saya (maksudnya mau bertanya, maksudnya apa) eh, rupanya dia malah tertidur. Hahah, payah ah!o_O;

Udara memang dingin di luar tetapi jika kita masuk ke dalam departemen store atau gedung-gedung umum, di dalam rasanya hangat. Kebalikan dengan Jakarta, yang jika masuk ke mall atau gedung-gedung di tempat umum, rasanya dingin.

Ruangan teather di dalam planetarium ini lumayan hangat. Tempat duduknya juga lumayan nyaman. Apalagi jika badan capek, wah suara narator bisa menjelma menjadi lagu nina bobo heheh.

Pulang dari planetarium, kami mampir ke sebuah toko antik yang menjual kimono second. Kimono-kimono ini masih bagus. Tidak hanya kimono tetapi juga perlengkapan seperti geta, obi, dan tas. Harganya lumayan murah antara 1000 hingga 3000 yen. Dia membeli beberapa, katanya untuk dijual lagi ke teman-temannya di Eropa sana. Oh well!

Toko kimono antik di Kawasaki

geta, geta

Baiklah waktunya beralih ke tujuan berikutnya: Yokohama!

Menanti kereta yang membawa kami dari Kawasaki ke Yokohama

5 thoughts on “Lelang Coklat, Mengagumi Bintang dan Kimono Second

  1. Pantesan nano nano bubu manis dlm planetarium,,!! hahha
    eh tul Ramen sni semua pake B2 sup nya,,huhuhu,,ndak tau ya dl yaaa,,ndak apa2..

    weee second kimono keren tuhhh..?!! maoooooo

  2. Pingback: Antik & Gyuudon « Doppelganger is here

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s