En (縁) = Jodoh

Note: Postingan berikut akan dibuat berseri. Menceritakan perjalanan saya ke Jepang tepat setahun yang lalu. Untuk membacanya, harap set tanggalan anda, mundur ke tahun 2009. Hehehe.

16 Maret 2009

En(縁)dalam bahasa Jepang berarti jodoh. Dan saya percaya dengan yang namanya takdir dan jodoh. Karena inilah yang saya temui dalam perjalanan ini. Hari ini ada dua hal yang terjadi pada saya. Satu hal menyedihkan dan yang satunya lagi menggembirakan.

Semua orang, terutama wanita, pasti tahu seperti apa rasanya jika perasaan tulus kita terhadap seseorangn dikhianati. Apa yang akan kamu lakukan kalau kamu mengetahui bahwa orang yang selama ini kita percaya mengkhianati kepercayaan itu? sakit di hati, sudah pasti. Apakah kamu akan langsung bertanya kenapa dia melakukan itu atau sebaliknya, diam menunggu saat yang tepat. Bagi saya, saya memilih opsi nomor dua.

Untuk menghilangkan rasa galau dan sedih, saya memutuskan untuk pergi sendiri hari ini. dia bekerja dan berjanji akan menjemput sepulang kerja karena kami akan datang ke restoran Kappa malam ini. Terus terang, saat ini dia-lah orang yang tidak ingin saya temui. Dia berpesan agar saya jangan di luar rumah lewat dari jam 6 sore karena khawatir tersesat. Namun, saat ini rasanya saya ingin pulang ke Jakarta.

Saya berjalan di Miyagi Koen (Taman Miyagi). Taman ini unik karena letaknya sangat tinggi. Saya bisa melihat seluruh kota dari taman ini. Pipi saya membeku, satu-satunya benda yang menghangatkannya  adalah air mata.

Hachinohe dari Miyagi Koen

Saya berjalan tanpa tujuan. Di dekat taman ada sebuah kuil shinto yg terabaikan. Saya berjalan memasuki halaman kuil itu. Menyeramkan, tapi saya tidak takut apa-apa. Singkatnya tidak peduli. Ketika membalikkan badan saya melihat seorang wanita tua membungkuk ke arah kuil. Memberi hormat.

Hachinohe City Hall

Saya melanjutkan berjalan kaki ke arah city hall. Setiap kali berpapasan dengan penduduk setempat, saya mengatakan “konnichiwa” sambil membungkuk dan tersenyum. Orang akan berpikir, orang asing ini mungkin orang gila, tapi saya tidak peduli. Dengan tersenyum pada orang yang tidak saya kenal sama sekali setidaknya membuat hati saya lebih baik.

Dari kejauhan saya melihat seorang ibu setengah baya memakai masker sedang membaca majalah dinding di depan city hall. Ketika kami berpapasan, saya mengucapkan “konnichiwa” sambil membungkuk. Dia membalas sapaan saya kemudian mendekat dan bertanya “anata wa kangoshi desuka? (apakah kamu perawat?)”

Dalam hati saya berpikir “waduh, ini dia, mau tak mau, harus pede dengan bahasa jepang yang ada”. Saya jelaskan pada dia bahwa saya bukan perawat, saya hanya turis dari Indonesia. Dia kemudian berkata bahwa dia dan suaminya memiliki sebuah coffe shop kecil, dia menawarkan apakah saya mau minum kopi sebentar bersama mereka. Berhubung saya tidak kenal siapa-siapa di kota ini, dan hati saya sedang galau, maka saya pikir tidak ada salahnya saya ikut dengan okasan ini.

Beliau memperkenalkan diri sebagai Tatezaki Nishiki-san. Dia menceritakan pada saya tentang keluarganya, anak-anaknya dan tentang perjalanannya ke Singapura. Dia mengira saya orang India. Saya bilang saya adalah Indonesia jin (orang indonesia), tapi sepertinya dia menangkap saya sebagai Indo jin (orang India)😀.

Asuka

Asuka, tempat favorit saya setelah Miyagi Koen

Letak coffe shopnya benar-benar tidak jauh dari Miyagi Koen, tepat di depan stasiun Hon Hachinohe. Nama restoran itu ASUKA WAFU GURIRU. Nishiki san mempersilahkan saya masuk. Saat itu pukul 3 sore dan restoran sedang istirihat siang. Mereka buka jam 11.30 hingga jam 2 siang, kemudian tutup untuk istirahat dan buka kembali pada jam 6 sore malam hingga 10 malam. Suaminya sang Master Chef sekaligus owner restoran ini juga antusias menyambut saya. Nishiki san berkata bahwa ia menemukan saya di taman Miyagi (hihihi kaya nemu kucing aja). Mereka masih saja menganggap saya ini orang India.

Papa dan Mama Tatezaki, my fave persons

Berbincang-bincang dengan mereka membuat hati saya tenang, saya lupa sesaat akan kepedihan di hati saya. saya bercerita tentang nano nano chan, dan mereka mengundang kami berdua makan malam di restoran ini. Nishiki san kemudian menyuruh saya untuk menganggap merek seperti orang tua sendiri saja. Ia kemudian sambil menepuk dadanya berkata “mama desu, nihon no mama desu” dan menepuk pundak suaminya dan berkata “papa desu”. Ah, saya boleh memanggil mereka papa dan mama. Jadilah mereka saya anggap sebagai oranng tua angkat saya.

Kaki saya masih membeku, meski di dalam restoran sangat hangat. Melihat saya yang kedinginan, papa kemudian bertanya apakah heaternya kurang panas. Saya berkata tidak apa-apa, nanti juga terbiasa. Namun beliau tampaknya tidak tega sehingga, mendekatkan dan mengerahkan heater tepat di depan kaki saya. Ah, rasanya enak sekali. Hangaat.

Pukul 4 sore saya mohon diri dengan terpaksa (karena sebetulnya saya masih ingin bersama mereka. Malah kalau bisa saya ingin tinggal di situ selamanya. Saya hanya menangkap sebagian besar pembicaraan mereka. Mereka tidak mengerti bahasa inggris sama sekali. Tapi kami bisa tertawa dan tersenyum bersama. Ada perasaan aneh, namun saya bahagia sore itu.

Saya merasa mama Nishiki adalah malaikat yang diutus untuk mengobati luka hati saya. berbicara dengan mama membuat perasaan saya tentram dan bahagia, meski saya sangat terbata-bata dalam berbahasa jepang.

Mama berkata bahwa inilah yang disebut En (縁), kami berjodoh. Ini adalah keberuntungan saya yang kesekian kali. Bertemu orang yang sama sekali asing, dan mendapat bantuan dari mereka. Benar-benar suatu pengalaman yang berharga dan tidak akan saya lupakan seumur hidup.

Next: Dinner at Asuka

4 thoughts on “En (縁) = Jodoh

  1. ada pertemuan, ada perpisahan, kadang kita siap tapi seringnya tidak…. ujung-ujungnya kita memanipulasi perasaan untuk menyesuaikan diri dengan kenyataan. ah, manusia itu memang aneh

  2. ooooo ktm nya kebetulan toh tul,,ku pkr tmn nya nano2,,hihihi
    untung ya ktm orang baik, untung lw ga dijual tul,,hahahha

    duuh cedih napa sih..??

  3. Pingback: Turis Guide Dadakan « Doppelganger is here

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s