Napak Tilas Manusia Jomon

Note: Postingan berikut akan dibuat berseri. Menceritakan perjalanan saya ke Jepang tepat setahun yang lalu. Untuk membacanya, harap set tanggalan anda, mundur ke tahun 2009. Hehehe.

17 Maret 2009

Semalam di Bon, bebe menanyakan apa rencana saya besok. Apakah ada tempat-tempat yang mau di lihat di Hachinohe. Lagi-lagi saya sendiri karena nano nano chan bekerja. Saya bilang saya mau lihat laut (heran, jauh-jauh ke Jepang kok Cuma mau lihat laut heheh). Bebe menyarankan ke Museum Sejarah Jomon (saya lupa nama daerahnya) dan Kabushima. Bebe juga menawarkan untuk mengantar saya berkeliling, kebetulan dia ada kendaraan.

Akhirnya kami janjian untuk bertemu di Yaku Odo, supermarket di sekitar situ. Pada jam yang dijanjikan akhirnya saya berhasil bertemu Bebe yang siap dengan mobilnya. Pertama-tama adalah Korekawa Architectural Museum.

Museum ini situs prasejarah Jomon. Jomon adalah sebuah nama untuk jaman pra sejarah di Jepang. Ada begitu banyak situs pra sejarah tersebar di seluruh Jepang.

Di museum ini, kami dipandu oleh seorang pemandu senior, namanya Fuji san. Pak Fuji ini sudah tua tapi dia sangat antusias dan bersemangat mengantarkan kami berkeliling dan menjelaskan satu per satu. Meskipun dalam bahasa Jepang, namun saya tetap antusias mendengarkan beliau.

Dalam museum ini terdapat begitu banyak benda-benda peninggalan seperti alat memasak, barang-barang tembikar, anting, kendi, patung-patung dari tanah liat dan bermacam-macam benda arkeologi lainnya.

Museum tidak terlalu ramai hari itu, maka saya dan bebe cukup beruntung karena diijinkan masuk ke ruang koleksi yang menyimpang benda-benda asli peninggalan sejarah tersebut. Menurut Pak Fuji, semua benda-benda yang dipamerkan di depan hanyalah replika, bukan yang asli. Benda-benda yang asli disimpan di ruangan ini dan kami diperbolehkan untuk menyentuh beberapa temuan-temuan kuno tersebut😀.

Tur selesai sekitar jam 11.30 siang. Pak Fuji sempat bertanya saya ini orang mana. Bebe kemudian menjelaskan bahwa saya adalah orang Indonesia dan baru saja kenal dengan bebe semalam. Pak Fuji sangat terkejut melihat kami yang begitu akrab. Dia berkata “Wah, hebat ya, baru kenal tapi sudah akrab sekali, senang melihatnya”.

Berpose sebelum pulang, foto diambil oleh Pak Fuji

Hujan rintik mulai deras membasahi museum dan sekitarnya. Tadinya kami mau nekat menerobos hujan tetapi kemudian Pak Fuji mengambilkan payung dan mengantarkan kami sampai ke mobil. Dia mengatakan agar hati-hati di jalan.

Dari balik spion, saya melihat Pak Fuji melambaikan tangan (sayang saya tidak sempat berfoto bersama beliau). Saya berjanji pada diri sendiri, kalau saya bisa berkunjung ke Jepang lagi, saya ingin berkunjung ke museum ini lagi dan menemui beliau.

Berikutnya: Tertipu Karashi!!

4 thoughts on “Napak Tilas Manusia Jomon

  1. KEREN!!! selama ini yo cuma belajar teorinya doank ttg zaman Jomon -_-; hem hem… itulah kelebihan neechan, bisa cpt akrab ama org walo bru ktemu… pertahankan sifat seperti itu yah ^_^

  2. weeee kok bisa di foto benda2 di museum nyah..?? wkt itu gw ga boleh tul,,huuuh menyebalkan,,
    Padahal keren2 ada mummy,,wedewwww,,bnran itu booo..*-*

    • heheheh special buat gw sm bebe, hri itu boleh moto2 n pegang2 reruntuhan yg asli hihihi baek bgt sih Pak Fuji ini hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s