Kemah di Shirahama Beach

Note: Postingan berikut akan dibuat berseri. Menceritakan perjalanan saya ke Jepang tepat setahun yang lalu. Untuk membacanya, harap set tanggalan anda, mundur ke tahun 2009. Hehehe.

21 Maret 2009

Pagi menjelang dan kami masih di Tanesashi Shirahama. Semalam judulnya berkemah dalam trailer. Persis gipsi. Meskipun judulnya Pantai, tapi jangan harap keadaannya akan panas, walaupun matahari sangat terik. Anginnya sedingin es, bertiup sangat kencang. wajah saya rasanya membeku. Saya sampai tidak berani tersenyum karena takut wajah ini retak, saking kering dan dinginnya.

Meski belum masuk musim panas, tapi pantai ini indah sekali. Hari ini sangat cerah sehingga langit terlihat bersih. Cantik sekali. Hari sudah menjelang sore ketika kami pulang. Dalam perjalanan pulang Nano nano chan melihat sekelompok wanita berjilbab berfoto-foto di tebing, sontak dia berkata “Just like you wita, do you want to greet them?” tangannya hampir saja menekan klakson untuk menyapa turis itu, tapi langsung saya cegah.

“No, just go on” jawab saya. Turis di Hachinohe memang sangat jarang. Daerah ini tidak terlalu terkenal sebagai tujuan wisata. Nano nano chan pun pernah berkata bahwa jika ada orang yang baru pertama kali ke Jepang dan memilih Morioka dan Hachinohe sebagai tempat wisata, baru sayalah orang itu. Karena umumnya kebanyakan turis mancanegara lebih  familliar dengan tujuan wisata seperti Tokyo, Osaka, Kyoto, Hakone, Karuizawa, Nagano, Okinawa dsb. Daerah Utara (Tohoku) jarang sekali dikunjungi oleh turis awam. Kalaupun ada, mereka pasti lebih memilih Hokkaido dibanding Hachinohe.

Ketika hampir masuk ke kota, kami melihat seorang memakai kerudung, dia iseng membunyikan klakson. “Lihat, seperti kamu, wita” katanya sambil cengengesan. Tapi ketika yang di klakson menengok ke belakang, dia langsung diam “Ah, bukan wita, itu nenek-nenek!” sambil tertawa-tawa. Mungkin dikiranya gadis berkerudung itu masih muda. Itu bukan GADIS, tapi gadis KERIPUT! Sialan, masa gue disamain sama nenek-nenek! Huh, nyebeliiin!

Hasshoku Senta

Malam ini kami diundang ke rumah salah satu teman untuk makan malam. Saya sih oke-oke saja. Di situ saya baru tahu bahwa orang Jepang jika diundang oleh teman datang ke tempatnya harus membawakan sesuatu. Kami memutuskan untuk membawa makanan. Maka kami pergi ke Hasshoku Senta (八食センタ). Hasshoku adalah kependekan dari Hachinohe Shokudo, yang artinya makanan Hachinohe, sedangkan Senta diambil dari kata “Center” yang artinya pusat. Jadi ini adalah Pusat Makanan Hachinohe.

Karena sudah sore sekali ketika sampai sana, tidak banyak yang tersedia. Kami akhirnya membeli sushi. Ketika berkeliling, saya melihat sebuah pemandangan unik.

Sekelompok laki-laki berkerumun di sebuah tengah ruangan kosong di pusat makanan tersebut. Mereka terlihat seru mengobrol dengan pandangan terpusat pada satu objek: TV!Mereka sedang menonton pertandingan Baseball!  Baseball memang olah raga favorit di Jepang. Seperti layaknya orang Inggris menggilai Sepak Bola, maka seperti itulah orang Jepang terhadap Baseball. Hah, dasar laki-laki!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s