Osaka Trip: Start!

Note: Postingan berikut akan dibuat berseri. Menceritakan perjalanan saya ke Jepang tepat setahun yang lalu. Untuk membacanya, harap set tanggalan anda, mundur ke tahun 2009. Hehehe.

27 Maret 2009

keluar dari negeri antah berantah

keluar dari negeri antah berantah

Akhir minggu ini diisi dengan perjalanan ke Osaka dengan MOBIL. Perjalanan ditempuh dengan waktu 20 jam  (kurang lebih). Tidak usah memusingkan tempat menginap karena kami akan bermalam di rumah salah satu temannya nano nano chan.

Perjalan dimulai sekitar pukul 9 pagi. Kami menyempatkan diri mampir ke Morioka untuk bertemu Suma dan mampir ke Iwate University untuk menanyakan tentang informasi untuk mahasiswa asing. Setelah selesai urusan di Morioka, perjalanan panjang kami dimulai.

Jalan tol yang panjang terhampar di depan mata, seakan tidak terputus. Di layar GPS tertera bahwa kami akan sampai di Osaka dalam 20 jam. Hmm…kenapa harus naik mobil sih? Pertanyaan bagus! Karena di Jepang pada akhir minggu diberlakukan tariff tol flat seharga 1000 yen per orang kemana saja. Tentu saja ini sangat murah jika dibandingkan naik bis atau shinkansen. Resikonya, harus siap pegal-pegal di belakang stir.

Untung di beberapa point ada tempat peristirahatan (Rest Area). Seperti di Indonesia, rest area di pinggiran jalan tol juga bermacam-macam. Ada yang hanya menyediakan kamar mandi, ada yang menyediakan foodcourt kecil lengkap dengan toko souvenir, bahkan ada juga yang berupa taman yang sangat luaaas. Saya sampai berpikir ini rest area atau taman hiburan keluarga ya?

Rest area

Karena mengejar waktu (kami harus sampai di Osaka, sabtu pagi dan meninggalkan minggu pagi karena Senin pagi nano nano chan harus bekerja), maka kami hanya berhenti tiga kali, dengan pertimbangan saya harus melaksanakan ibadah sholat ashar, magrib dan isya walaupun di dalam mobil.

Jika berhenti pas di rest area yang ramai, saya merasa aman. Yang menyebalkan jika berhenti di tempat yang hanya menyediakan toilet saja, alias rest area yang kecil dan sepi. Ketika tiba waktunya sholat isya, kami berhenti di rest area yang kecil itulah, sepi dan hanya saya sendirian, rasanya gimanaaa gitu (memang dasarnya penakut!).

Selama perjalanan, saya lebih banyak tertidur di mobil. Sebenarnya agak nggak tega meninggalkan sopir ini terbangun sendirian karena kalau tidak diingatkan, dia akan menyetir seperti orang gila! Saya terbangun ketika ada bunyi keras di kaca depan. Ternyata salju! Padahal musim dingin sudah lewat dan udara lumayan hangat ketika kami meninggalkan Morioka tadi pagi. Jam di hp menunjukkan sudah jam 1 malam dan kami berjalan menembus hujan salju dengan kecepatan cukup tinggi. Gila apa ini orang! Saya hanya mewanti-wanti untuk berhati-hati.

Tidak lama kami berhenti di sebuah rest area yang cukup besar. Nano nano chan pergi keluar sebentar membeli kopi. Ketika kembali dia mengambil selimut yang ada di kursi belakang. Katanya kami harus berhenti dan menunggu dulu di sini. Ternyata di samping karena salju, ada kecelakaan yang menyebabkan kemacetan. Jadi ada baiknya menunggu di sini barang satu atau dua jam. Hitung-hitung istirahat. Seharusnya kami kembali berjalan sekitar jam 3 pagi karena mengejar untuk tiba di Osaka jam 9 pagi.

Akibat Salju semalam

Namun apa yang terjadi? Bukan jam 3! Kami terbangun jam setengah 6 pagi. Waduh molor satu setengah jam! Setelah sholat subuh, kami langsung tancap gas. Diperkirakan akan padat karena banyak orang yang pergi keluar kota menggunakan jalan tol, ya karena tarif tol yang flat tadi.

Perjalanan masih jauh...

Mendekati Osaka, menurut nano nano di depan ada kemacetan sekitar tiga kilometer. Saya membayangkan keadaan di Jakarta. Setelah lama memperhatikan jalan dan sepertinya sudah lebih dari tiga kilo, saya tidak mendapati bayangan saya tentang kemacetan.

Kayak gini kok dibilang macet?

“Lho, itu lihat deh, ada banyak banget mobil” tunjuk nano nano chan pada 5 atau 6 mobil yang lewat. Pemandangan di depan saya masih lengang, dan mobil2 masih bisa melaju dengan kecepatan sekitar 50 km/jam. Saya terbengong dan berkata di Jakarta, kemacetan bisa lebih parah dari ini. Saya juga bilang itulah salah satu alasan kenapa saya tidak mau bawa mobil di Jakarta. Bisa stress sendiri.

Memang semakin dekat dengan pintu keluar tol, antrian mobil semakin padat. Paling parah ketika kami melewati pintu keluar ke Kyoto. Boleh disamakan dengan pintu keluar tol Slipi! Tadinya kalau masih ada waktu dan tidak ramai, saya ingin usul untuk mampir ke Kyoto. Tapi begitu melihat antrian panjang, terpaksa fokus ke tujuan utama: Osaka!

3 thoughts on “Osaka Trip: Start!

  1. kalo pakde 20 jam nyetir,,bokong e nemepel terus tuh tuh di kursi,,!! Plus boyoke sakit maning,,kakkakakak

  2. Pingback: Hey, Kuro! « Doppelganger is here

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s