Renungan di Hari Minggu

Sebuah postingan menarik ditulis oleh seseorang bernama Ghozali, yang saya dapat dari salah satu milis yang saya ikuti.  Saya posting hanya sekedar  sebagai renungan dan pengingat di antara hari-hari sibuk kita sebagai manusia. Juga sebagai jeda, supaya tidak bosan menulis tentang Jepang melulu😀.

Semoga bermanfaat.

GAME ONLINE

Subject: Dalam Sketsa Permainan (3-3)

Posted by: “Ghozali” Fri Apr 16, 2010  dalam milis Dzikrullah (Dalam Sketsa Permainan (3-3) )

Sampailah saya di kantor. Waktu menunjukan jam 7.30 wib. Perjalanan amat lancar pagi ini. Saya parkir mobil, basa-basi dengan sebentar dengan security, yang ketika saya datang sedang, menekuk dagunya.

“Mang…kenapa pagi-pagi wajah sudah ditekuk-tekuk begitu?,” saya sapa dia, sambil menyerahkan kunci saya kepadanya.

“Mikirin nasib saya pak..,” Bleg.. dada saya seperti digoncang pelan.

“Nasib kan sudah pulang mudik kemarin Mang, kenapa dipikirin..,” seloroh saya, sambil berlalu berjalan menaiki tangga kantor.

Nasib benar-benar telah menghantui insan manusia. Semua lapisan, semua strata, bahkan lintas agama. Inilah realita yang ada, kadang terabaikan namun lebih sering dipikirkan dan dicari-cari oleh semua orang untuk diperbaiki. “Memperbaiki nasib”, istilahnya.

“Kayak mobil aja ya…,” gumam saya mungkin sudah tak terdengar bapak itu.

Kenapa bisa kebetulan begitu, penat sudah saya mikir hal itu dari berangkat tadi. Langsung saya menuju meja saya, saya nyalakan komputer~. Sambil menunggu proses loading~, saya ke belakang membuat kopi, barangkali dapat membantu mencairkan kepenatan otak selama dalam perjalanan tadi. Proses loading selesai, kopi sudah siap ditangan. Mulailah saya berselancar.

Saya cari situs ‘game’, ketemu sebuah situs baru yang menawarkan fasilitas menarik.

“Wow… boleh dicoba nih,” pasti nanti anak saya akan kaget. Ternyata bapaknya ikut kecanduan main game, dia akan bercerita kepada Ibu-nya. Dan apa komentar Ibunya nanti: “Sudah tua kayak anak-anak saja..!.

“Hm …begitulah nyatanya!”.

Tak apalah demi memuaskan rasa penasaran saya, siapa tahu saya dapat memetik hikmahnya. Toh waktu masih terlalu pagi untuk mengawali aktifitas kerja, masih ada waktu 1.5 jam, cukuplah!. Saya mantapkan tekad saya.

Saya mendapatkan situsnya~ permainan yang ditawarkan adalah TRANSFORMER. Sebuah permainan robot yang mampu ber-transformasi menjadi bentuk lainnya. Robot ini mampu berjalan dengan atau tanpa pilot.

Proses down load pun selesai. “Wah, seru nih,” batin saya. Saya lihat banyak sekali menu yang di tawarkan. Saya enter ‘tranning’, maklum saya harus belajar dahulu untuk memainkannya. Mulailah tampil satu demi satu, para pilot di layar komputer saya, kemudian disusul oleh robot-robotnya. Seperti sudah deprogram, masing-masing pilot menempati robotnya masing-masing.

Hampir sama sebetulnya dengan permainan yang kemarin saya mainkan dengan anak saya. Banyak lintasan, kejadian yang sudah disetting, bonus dan lain sebagainya, betul-betul game yang luar biasa. Game yang sangat persis dengan alam nyata. Karena teknologinya memang sudah maju demikian pesat.

Satu dua putaran saya perhatikan.

“Dari pada hanya sekedar nonton, bagaimana kalau saya yang main di dalam saja..,”

Wah alam imajiner saya mulai kacau. Entah dari mana~ dalam samar saya melihat nomor kontak yang dapat dihubungi bila saya ingin mewujudkan ide gila saya ini.

Tanpa pikir panjang , saya angkat telpon saya. Setelah sekedar basa-basi, mulailah saya utarakan maksud saya.

“Serius anda mau bermain dalam game itu, sudah tahu seluk beluknya belum?”.

“Belum pak!. Bagaimana sih permainannya?”.

“Game yang saya buat ini sangat luar biasa sekali, anda nanti dapat merasakan bagaimana kehebatan game ini setelah berada di dalam Transformer itu. Namun dalam permainan ini semua sangat tergantung saya, suka-suka saya dalam menempatkan anda. Apakah akan di dalam robot yang paling hebat ataukah hanya di dalam robot pembantu. Hadiahnya jangan khawatir , Pulau Firdaus sudah saya siapkan untuk anda bertamasya, di Pulai itu anda tinggal ber-santai semua sudah disiapkan. Pemandangan indah, air mengalir, makanan berlimpah tersedia, dan kami juga sudah siapkan gadis-gadis cantik untuk menghibur anda. Pokoknya anda akan dilayani bak raja. jikalau anda dapat memenangkan permainan ini. “.

Suara itu sepertinya tanpa berhenti menawarkan kepada saya. dengan tekun saya perhatikan, sambil kadang saya mengangguk angguk tanda mengerti.

“Tolong jelaskan kepada saya lebih lanjut…,” sergah saya tak sabar.

“Permainan ini sebenarnya sangat simple, tidak usah anda harus hebat, semua sudah diprogram dan disetting sedemikian rupa, robot yang akan anda diami sudah otomatis, bisa memperbaiki dirinya sendiri dan sebagainya. Kalau anda tertarik ada beberapa perjanjian yang ditanda tangani dan petunjuk yang harus anda pahami. bagaimana?”

“Baik, saya bersedia” Jawab saya cepat tanpa pikir panjang lagi.

“Kalau begitu dengar baik-baik. Jangan sampai anda nanti terjebak disana dan tidak dapat kembali lagi.  Pertama: Anda harus bersaksi dan yakinkan pada diri anda bahwa hanya saya yang membuat program permaianan ini jadi ada. Ini penting sekali agar nanti anda tidak salah arah untuk kembali kesini. Ingat, nanti disana anda akan bertemu banyak penggoda yang menghalang-halangi diri anda, nanti diprogram saya, kadang terdapat VIRUS dan Hoachker..”

“Semacam setan dan Iblis begitu pak..”, timpal saya.

“Betul, kalau di dunia nyata ini memang namanya Setan dan Iblis..,” terdengar dari sebrang suara helaan nafas panjang. “Ingat….anda harus bisa kembali kesini, saya sangat sayangkan jika ternyata anda malah keasyikan bermain disana. Maka pesan saya; 1. Anda harus senantiasa mengakses di jalur saya, karena hanya sayalah yang dapat membantu anda untuk kembali ke sini dengan selamat. 2. Hanya saya yang mengerti setiap detil permainan ini, jadi sudah seharusnya anda minta tolong kepada saya, agar anda dapat melalui jalan yang terbaik dari ribuan kemungkinan dan kejadian yang sudah saya set dan saya program di permainan ini buat anda. Bagaimana setuju?,”.

‘”Nanti dulu, coba teruskan lagi pak…?”. Ujar saya mengelak.

“Kalau anda setuju, anda akan saya transfer masuk ke portal saya, Pada saat masuk ke portal saya, anda otomatis akan kehilangan seluruh memory anda, karena jika masih ada ingatan sekecil apapun dengan keadaan anda sekarang~ anda tidak akan bisa masuk portal. Demikian juga pada saat anda harus kembali, kondisi anda juga harus dalam keadaan ZERO, tidak ada keterikatan apapun dengan tempat yang jadi tempat anda, maupun keterikatan anda dengan harta anda, teman anda, atau apapun itu~betul-betul harus lepaskan semua ingatan dan rasa apapun, kalau tidak anda akan gagal; dan tidak akan bisa melewati portal dan kembali kesini. Tantangannya adalah kapan saya akan memanggil anda kembali (game over) hanya saya yang tahu, jadi anda harus senantiasa bersiap diri..”.

Sejenak saya menarik nafas, mendengar keterangan ini. namun belum selesai saya menarik beberapa kali. terdengar suara dari arah seberang.

“Disana anda boleh berbuat apa saja, anda boleh memainkan sendiri robot itu, anda boleh serahkan kepada sistem yang memainkan disana, atau anda boleh minta tolong anak anda disini untuk memainkannya. Atau anda juga boleh memainkan sendiri dan juga minta bantuan saya untuk memandu anda terserah anda. Masing-masing mengandung konsekwensinya masing-masing. Peraturannya jelas: JIKA ANDA BERHASIL KEMBALI KESINI MAKA ANDA MENANG! Simple kan..?. Namun, perlu anda ketahui; jika anda menyerahkan permainan kepada sistem untuk memainkannya, kerugian anda adalah anda akan sedikit mendapat bonus. Sebab bonus diberikan juga di sana, yakinlah di sanapun anda akan mendapatkan beberapa kenikmatan dari hasil usaha anda itu, bonus itu juga bisa ditukarkan di sini. Saya sudah siapkan bermacam-macam kelas dari yang standar hingga VVIP di Pulau Firdaus sana. Namun yang penting dari semua itu yakinkan diri anda untuk bisa kembali..”

“Lho pak, di sana saya lihat ada robot yang canggih, ada yang biasa saja, dan ada juga yang tidak punya tangan dan kaki, ada yang gembel, macam-macam, layaknya kloning wajah-wajah manusia semua pak..bagaimana jika saya mendapat tempat robot yang dekil lagi cacat. Kan itu namanya nggak adil, enak dong kalau yang dapat robot canggih itu…,” keluh saya agak pesimis.

“Semua sudah saya atur dengan sistem yang sangat canggih, harus anda ingat; Aturannya adalah anda harus bisa kembali kesini lagi, dan untuk kembali anda harus melewati portal, untuk untuk melewati portal anda harus dalam keadaan ZERO, ini saja yang perlu anda ingat. Kalau robotnya miskin, harusnya makin sedikit yang anda ingat, ~harusnya makin mudah untuk kembali. Lain kalau robot yang kaya, saking banyaknya harta, maka dia akan jadi sayang melepaskan semua itu, ingatannya tertuju hanya kepada harta dan kesenangannya~, makin sulit dia untuk melewati postal dan kembali kesini lagi. Dan disamping itu sudah saya siapkan beberapa cobaan untuk di hadapi, dan juga disana masih ada virus dan hoachker, yang akan berusaha keras mempengaruhi anda, jika anda sampai lupa dalam mengingat saya dan juga dalam meminta bantuan saya, maka saya tidak akan menjamin anda dapat kembali..”

Wah, keringat dingin mulai mengucur dari dahi saya. Ingatan saya mulai mengelana, perihal teologi Islam (dan lainnya), yang memuat ajaran tentang JIWA manusia yang ditiupkan , kemudian bagaimana Jiwa-Jiwa ini di tanya tentang kesaksian mereka terhadap Tuhan-NYA, dan bagaimana takdir-takdir mereka ditetapkan, dan bagaimana dia harus kembali lagi ke sisi Tuhan-Nya. Apakah seperti terekam dalam dialog saya, dengan sang Programer permainan tadi. Untuk itu, mungkin saya mesti eksplorasi lagi. Kemudian mampukah model ini, menjelaskan beberapa pemahaman dalam teologi Islam yang kelihatan berseberangan dan sulit untuk diketemukan.

——————————————————

Diposting kembali oleh EPS

“Yesterday is history, tomorrow is a mystery, but today is a gift. That is why it is called the “present.” – Master Oogway, Kungfu Panda (2008)

3 thoughts on “Renungan di Hari Minggu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s