Demam itu bernama Piala Dunia

Sudah dua hari ini telinga saya dijejali oleh K’naan – Waving Flag dan Shakira – Waka Waka. Begitu sampai di kantor, colok headphone, dan cuma dua lagu ini yang ada di playlist saya. Kena demam Piala Dunia? Ya, nggak juga sih. Cuma, menurut saya, dua lagu ini memang kena banget dengan event sepak bola paling bergengsi yang sedang berlangsung di Afrika Selatan saat ini.  Dua-duanya sama-sama menggambarkan semangat dan kemeriahan piala dunia kali ini.

Kalau menurut saya sih, musik memang tidak bisa dihilangkan dari  suatu moment karena biasanya menjadi jiwa dari keseluruhan event. Musik akan selalu diingat oleh orang-orang. Seumpamanya saat ini saya memperdengarkan lagu Ricky Martin – The Cup of Life, sudah pasti ingatan tentang meriahnya Piala Dunia di Perancis, 12 tahun silam akan kembali berputar di kepala teman-teman semua (yang menonton waktu itu). Saya masih ingat ketika Ricky Martin menggoyang Stade de France pada opening ceremony dan betapa semaraknya piala dunia waktu itu.

Sedangkan Piala Dunia 2002 juga tidak kalah seru karena diselenggarakan di dua negara, yaitu Jepang & Korea Selatan. lagu Anastacia – Boom, juga terus saya ingat walaupun agak susah diterima kuping pada awalnya. Piala Dunia tahun ini juga sangat emosional karena ‘perilaku’ korea Selatan yang bikin panas lapangan dan juga emosi para pemain lawannya. Bagaimana tidak? Semua tim – tim besar dilibas oleh mereka dengan cara ‘kotor’ dan kontroversial. Saya juga ikut-ikutan emosi karena tim favorit saya ikut jadi korban. Selain musik, ini adalah salah satu hal yang saya ingat dari Piala Dunia 2002.

Musik selalu melekat di dalam memori saya, atau mungkin juga teman-teman yang juga turut serta dalam euphoria piala dunia. Tapi, kali ini entah kenapa ada yang kurang bagi saya. Entah mungkin karena Shakira dan K’naan tidak tampil pada opening ceremony dan malah tampil pada malam sebelum, atau apa? Tetapi yang pasti, kok tidak seseru 12 tahun atau 8 tahun yang lalu ya? Kurang greget gitu.

Atau mungkin saya merasa kehilangan teman-teman geng bola saya, ya?

Dulu ketika kuliah, saya bertemu enam orang gadis (sekarang yang satu sudah bukan gadis lagi karena sudah menikah) yang memiliki hobi yang sama. (eh, yang satu lagi nggak suka sepak bola deng, dia sukanya sama artis Korea hihii) Kami tidak pernah mendeklarasikan kami sebagai sebuah geng, karena memang kami bukan geng.

Para gadis penggila sepak bola!

Yang jelas hobi kami sama, yaitu menggilai sepak bola. Meski masing-masing punya pemain idola serta klub sendiri, tetapi kami tetap kompak hehehe. Yang lucu adalah ketika tim favorit saya harus berhadapan dengan tim yang didukung oleh teman saya. Seru!

Sebagai penggila sepak bola, kaos tim tentu saja barang wajib. Poster dan segala memorabilia tim, saya punya. Bahkan saat itu, jika ada yang melihat kamar saya, maka akan berpikir bahwa ini bukan kamar anak perempuan karena anak perempuan tidak akan membiarkan poster-poster tim sepak bola dan para pemainnya menutupi dinding kamarnya. Anak perempuan akan menumpuk majalah kawanku, gadis atau femina di sudut kamarnya, bukan majalah Liga Italia dan tabloid Bola😀.

Kamarnya anak cewek nih?😀

Tapi, yah itulah saya. Kerjaannya setiap habis kuliah pergi ke warnet & download gambar2 pemain bola. Saya bahkan pernah kirim surat ke pemainnya langsung, tapi sayang nggak dibalas😦.

Yang lebih gila lagi adalah kami juga mencoba memainkan permainan tersebut. Setiap hari Sabtu kami pergi ke Senayan untuk bermain bola. Jangan salah, kami tidak sendirian, karena kami juga bermain dengan tiga orang teman kami yang laki-laki. Kelompok yang aneh memang hahaha.

Sampai saat ini, kami berenam masih memanggil dengan julukan masing-masing. Julukan yang sesuai dengan nama para pemain idola masing-masing.

Mau tahu julukan saya? tengok saja foto di bawah ini! hihihi

Andrea Pirlo, si nomor 21 (sekarang memakai nomor 21)

Waduh, makasih…Bunganya buat saya ya, mas Pirlo? hehehe

Sayang Mas Pirlo cedera & harus absen di pertandingan kemarin😦.

Semoga cepet sembuh ya, mas!🙂

One thought on “Demam itu bernama Piala Dunia

  1. menyongsong datangnya bulan Romadhon, mari kita mempersiapkan diri untuk hati yang lebih bersih dan rasa saling menghormati. mohon maaf kalau komentar ini sekedar menyapa, tidak sesuai dengan isi postingan 11:36

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s