Makan Siang ala Italiana (edisi nggaya)

Iyah, ini edisi nggaya karena sok punya uang hehe. Masih satu tema dengan postingan saya kemarin, yaitu Italia. Kalau kemarin saya cerita tentang Daniele Massaro dan Milan Junior Camp, sekarang saya cerita tentang after event (jiaah gaya!). Setelah mandi keringat karena rebutan foto dengan fotografer dari media lain (sangar2 banget deh mereka) saya dan teman saya, si wartawan olahraga, dan plus one-nya hehe langsung menuju Grand Indonesia. Ya, tema makan siang kali ini adalah pasta.

http://www.emocutez.com

pasta
Macam-macam pasta

Kami memang sudah janjian buat mencicipi makanan di sebuah resto italia yang memang sudah kami incar sejak dua minggu lalu. Namanya La Porchetta. Letaknya ada di lantai 3A Grand Indonesia Shopping Mall, Jakarta. Saya dan teman saya memang penggemar pasta. Terlebih teman saya ini. Ia bahkan sampai  bela-belain beli buku kecil (tapi mahal) tentang pasta. Isinya komplit plit plit! Tentang pasta dari berbagai daerah di Italia.

http://www.emocutez.com

Kalau makan bareng di restoran Jepang, (padahal belom tentu bener) saya yang jadi pemandu (host) maka di kuliner italia, teman saya inilah yang jadi hostnya. Okey, berhubung perut kami lapar, langsung saja kami meluncur ke tkp. Saya dengan motor sedangkan teman saya – oiya, namanya Unik lho! Sumpah beneran, Unik! (hehe) – meluncur menggunakan taksi .

Seharusnya saya sampe duluan. Tapi, berhubung kebodohan saya yang ampun-ampunan, saya yang tadinya sudah di samping west mall namun bingung lewat mana (karena bukan lewat jalan yang biasa)  parkir motornya (plus gk mau tanya), akhirnya harus muter lagi lewat depan Shangri-la (lalalalala). Duh!

Teman saya meng-sms bahwa dia dan plus one-nya sudah di tkp. Okeh, saya, yang berhasil menemukan tempat parkir, cepat-cepat menaiki tangga eskalator. Sudah mencapai lantai 3, tiba-tiba ingatan bahwa tidak ada uang selembarpun di dompet, menyelinap masuk ke otak saya. Argh! Harus turun ke LG buat ke atmn buat ambil uang (pengen jambak2 otak yang pelupa ini)!

http://www.emocutez.com

*ngos-ngosan* Ke atm (untung gk antri), ambil uang dan memikirkan jalan tercepat menuju lantai 3A (terbang gk mungkin, manjat apalagi ntar ditangkep satpam). Aha, lift! Saya sebenarnya benci lift tapi berhubung ini judulnya udah telat, akhirnya saya terpaksa pake lift (wiiih,  untung bukan lift kapsul yang transparan).

http://www.emocutez.com

Sampai di lantai 3A (pake kelewatan 1 lante pula) saya langsung masuk ke restoran yang dimaksud. Di depan si Unik dan plus one-nya terhampar dua buah piring dengan sisa colekan saos sambel. Heh, apa nih maksudnya? Gw ditinggal makan? Hoho ternyata itu cuma komplimen aja berupa cheese stick yang dicocol ke saos sambel. Tapi emang bener kalo mereka udah pesan duluan. Jadilah saya memandang menu yang segede gaban itu.

Menu Raksasa (Photo by El Fuser)

Pasta, Pasta, Pasta

Unik memesan Fettucine Salsa Al Salmone Affumicato (58k) yaitu fettucine 3 warna (tricolore) dengan smoke salmon yang disajikan dengan irisan parsly dan daun bawang dengan keju parmesan dan krim yang nyummy. Plus one-nya Unik a.k.a Victor memilih Fettucine Alla Matriciana (39k) yaitu tricolore fettucine (sama kayak Unik, uhuii!) namun disajikan dengan irisan daging asap dan paprika merah, bawang Bombay, cabe (optional) dan saus basil.

Fettucine Salsa Al Salmone Affumicato (Photo by El Fuser)
Photo credit to El Fuser
Fettucine Alla Matriciana (Photo by El Fuser)

Kayaknya Victor nggak liat kalau ingredient cabai atau chili itu optional jadi boleh pakai boleh tidak. Alhasil, fettucine pesanannya suangat suangatt puedass. Matriciana berwarna merah menyala (kemungkinan karena cabe itu tadi) sedangkan Salsa Salmone tampil kalem karena diguyur saus yang creamy.

Lalu saya pesan apa? Dua orang itu sudah pesan fettucini, saya mau pesan yang lain. Di sini menu pasta dibedakan menjadi dua kelompok untuk masing-masing menu. Satu kelompok yaitu spaghetti, penne, dan fettucine. Sedangkan kelompok yang satunya adalah gnocchi, tortellini, dan ravioli. Harganya juga berbeda. Kelompok spaghetti dkk lbh murah dibanding dengan kelompok gnocchi  dkk.

Penne Pollo e Funghi (Photo by El Fuser)

Karena fettucine sudah dipesan, akhirnya saya memilih Penne Pollo e Funghi (46rb). Pollo (ayam) dan Funghi (jamur), jadi ayam dan jamur (pinter!). menu saya ini, dilihat dari namanya saja sudah ketahuan, kan? Jadi ini adalah penne (jenis pasta berukuran sepanjang ibu jari orang dewasa) yang dicampur dengan potongan jamur dan daging ayam yang sudah direbus hingga empuk. Kemudian, dimasak dengan parutan keju parmesan dan saus krim yang maknyus.

http://www.emocutez.com

Pizza Klasik Khas Italia

Makan di restoran italia nggak lengkap kalau nggak mencicipi pizza-nya. Terus terang saya belum pernah makan pizza di tempat lain selain “gubuk pizza” dan “bapaknya Ron”. Di sini saya, Unik, dan Victor tergoda mencicipi pizza ala Italia aseli. Jadinya pilihan jatuh ke Margherita (duh, cantiknya namanya) yaitu pizza klasik Italia dengan keju mozzarella, oregano dan saus tomat homemade.

Photo credit to El Fuser
Regular Margherite (Photo by El Fuser)

Ukuran pizza regular (6 slices for 45k). Minumnya? Cukup air putih saja. Eitss, bukannya pelit, tapi saya lebih suka minum air putih setelah makan. Lebih sehat gitu (sehat buat dompet juga hehe). Oh, the best part is 25% discount (food only) for BCA Master card holder. Alhamdulillaah…

Semua menu kami rasa enak dan halal tentunya (kalo nggak ngapain saya mau makan di sana?). Hanya saja saya dan Unik masih bertanya-tanya mengapa fettucine dan penne terasa masih agak keras? Apakah memang itu ukuran al dente yang sebenarnya.

Yang pasti, kami (terutama saya) cukup klenger dengan menu makan siang tersebut. Awalnya, ketika menu datang, kami cukup tertipu dengan berkata “dikit amat, ya?” yang ternyata setelah disambi ngobrol sana sini, diselingi jepret sana sini, kok ya nggak habis-habis ini penne-nya? Hehehe kuwalat sih!http://www.emocutez.com

Baiklah, edisi makan enak sudah lewat. Selanjutnya, selama empat minggu ke depan, saya harus berpuasa. Ini serius, lho. Saya sudah bilang sama teman-teman kantor bahwa kalau saya tiba-tiba puasa itu artinya saya kere, alias bokek nggak punya duit buat senang-senang lagi.

http://www.emocutez.com

La Porchetta

Grand Indonesia 3A floor

Jakarta Selatan

Telp. 021-7883-1950

2 thoughts on “Makan Siang ala Italiana (edisi nggaya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s