Berpeluh di Tanah Tinggi Skotlandia

Seharusnya judul postingan ini adalah mandi keringat. Itulah yang terjadi pada hari minggu kuturut ayah ke kota, naik delman istimewa kududuk di muka…haiyaah. Hari Minggu (29/5) lalu, saya berkesempatan untuk meliput acara yang sudah lama saya nanti sejak 2008 lalu. Jakarta Higland Gathering 2011!

Apakah ini? Well, kalo ada yang sempat liat-liat foto saya di fesbuk, ada yang mengira pasti saya habis meliput ke luar negeri. Yah, nggak disalahin juga sih, soalnya acara yang kemarin saya liput memang banyak dihadiri oleh para bule. Sejauh mata memandang adalah manusia Caucasian dari berbagai negara, walaupun menurut saya paling banyak adalah kemungkinan besar orang-orang Skotlandia. Soalnya, yaa, memang ini acaranya mereka. Jadi apa sebenarnya JHG ini?

Jakarta Highland Gathering pada dasarnya adalah sebuah acara amal yang digagas oleh seorang berkebangsaan Skotlandia bernama Gordon Benton. Pak Benton inilah yang juga menjadi pengayom (patron) bagi kegiatan tahunan yang sudah berjalan sejak 1975. Tahun ini adalah yang ke-32. Menurut Pak Benton, JHG adalah acara Highland Gathering terbesar di bumi belahan selatan, acara semacam ini memang banyak digelar di berbagai negara di luar Skotlandia, namun jarang yang kontinyu.

Olah Raga untuk Amal

Konsep dari JHG ini pada dasarnya adalah amal atau charity. Ada berbagai kegiatan penggalangan dana lewat turnamen golf dan Scotland in Concert, dan yang menarik perhatian saya adalah “Giving Kids A Sporting Chance”. Progam ini baru diadakan tahun ini, tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak usia sekolah yang kurang mampu untuk belajar tentang olah raga, khususnya olah raga khas Inggris, seperti cricket dan rugby.

Searah jarum jam: rugby, heavies, tug o’ war, cricket

Acara ini berbentuk sport coaching dimana beberapa anak bergabung dalam satu grup dan mereka akan bergantian untuk mendapat latihan dari masing-masing kelompok olahraga. Satu grup belajar tentang rugby, satu grup belajar tentang Cricket (dimana pelatihnya galak, bow!), satu grup belajar tentang Highland Athletic, dan yang paling seru dan banyak peminatnya adalah Tug O’ War alias tarik tambang (ealah, ternyata bule demen juga tarik-tarikan tali), untung nggak ada lomba balap karung ehehe.

Highland Games

Weight Over the Bar

JHG dibuat berdasarkan sebuah tradisi Skotlandia yang disebut Highland Games. Ini adalah sebuah kompetisi di masa lalu untuk mengasah kemampuan prajurit Skotlandia. Buat yang pernah baca sejarah Skotlandia, negeri ini, klo menurut saya sih, agak sedikit berbahaya.

Tanah Skotlandia dihuni banyak bangsa pendatang dari luar termasuk bangsa Inggris (Britons). O iya, jangan salah ya, meskipun satu bagian dengan Kerajaan Inggris Raya, Skotlandia adalah negara terpisah. Mereka paling sebal jika disamakan dengan orang Inggris. Kalau mau tahu sejarah lengkapnya bisa dibaca di sini.

Oke, kembali pada highland games. Karena di masa lalu banyak klan-klan yang saling berebut wilayah kekuasaan, tanah Skotlandia menjadi berbahaya. Bahkan bangsa Romawi saja mundur ketika harus berhadapan dengan suku-suku asli yang mendiami wilayah tersebut. Maka mulailah tradisi pesta rakyat yang disebut Highland Games ini.

Dalam Highland Games ini, ada banyak cabang olah raga yang diperlombakan. Tentunya, bukan olah raga biasa tapi khas Skotlandia yang dikenal sebagai Highland Athletic Competition. Ada berbagai cabang olah raga di sini, yang pasti semuanya mengandalkan kekuatan.

Contohnya adalah Caber Toss, yaitu cabang olah raga dimana atlit harus membawa segelondongan kayu atau tiang (dengan berlari) yang diletakkan tegak lurus di telapak tangannya. Lalu, bongkahan kayu atau tiang tersebut dilemparkan ke arah depan dan harus memutar sehingga kayu atau tiang tadi terjatuh dengan posisi atasnya tetap di atas seperti semula dibawa (ribet ya?).

Lalu ada Stone Put, kurang lebih sama dengan tolak peluru tapi bukan menggunakan besi melainkan batu berukuran besar dengan berat tertentu. Lalu ada Scottish Hammer Throw, Weight Throw, dan Weight Over the Bar (melempar beban dengan satu tangan melewati tiang horizontal).

Satu hal yang unik adalah semua atlet dalam kompetisi olahraga ini memakai tartan kilt khas Skotlandia, lho. Padahal mereka itu tinggi-tinggi dan besar-besar, tapi ada sedikit sentuhan feminim ketika harus memakai rok kota-kotak itu hehehe.

Pesta Budaya Skotlandia

Selain adu kuat, Highland Gathering juga menampilkan berbagai macam kebudayaan khas Skotlandia yaitu Highland Dance dan tentunya, bagpipe. Highland dance cukup unik, dilakukan solo dan berkelompok. Sementara bagpipe, ah yang satu ini membuat saya terkesima, ada kompetisinya! Jadi event ini berskala internasional karena piper (pemain bagpipe) dari berbagai Negara datang ke Indonesia untuk ikut kompetisi ini.

peserta kompetisi bagpipe kategori grup
solo piper

Seperti yang foto bersama saya di bawah ini. Dia jauh-jauh datang dari Sydney cuma untuk ikut lomba bagpipe ini. Total ada empat negara yaitu Malaysia, Hong Kong, Singapura, dan Australia yang berlomba dalam JHG 2011. “Kompetisi ini serius, lho,” begitu kata pak Alistair Speirs, chairman dari JHG 2011 ketika konferensi pers, Kamis (26/5) yang lalu. “Mereka nggak hanya datang buat meramaikan saja tapi benar-benar demi sebuah prestige,” tambahnya.

Yang pasti, kehadiran para pipers yang senantiasa berlatih sesudah maupun sebelum maju untuk dinilai itu, memberikan suasan tersendiri buat JHG. Berasa di Skotlandia banget, gituh hehe.

Satu hal yang saya suka dari acara ini adalah tidak hanya menampilkan budaya yang punya hajat saja tetapi juga menampilkan kebudayaan Negara lain seperti Bhangra Drum dari India, Belly Dance, Capoeira, dan tentunya budaya tuan rumah, Indonesia. Event ini seakan ingin menggambarkan betapa multikulturalnya kehidupan di Indonesia.

Sinha Bahia Capoeira

Pak Benton sendiri mengatakan, Indonesia adalah negeri yang kaya dan memiliki banyak potensi. Pertumbuhan ekonominya juga sangat pesat. “Kami (orang Skotlandia) punya pendidikan dengan kualitas tinggi, tapi untuk perekonomian, kami tidak sebagus pendidikan kami. Oleh karena itu, banyak orang Skotlandia yang pergi merantau ke tempat lain untuk mencari penghidupan yang lebih layak,” tambahnya, “This is what Indonesian people has been missing,”. Tuh, mereka aja bisa liat potensi kita, masa kita nggak bisa liat sih?🙂

Mari Pulang!

Setelah wira wiri, foto sana sini, ngadem di bilik megahnya sponsor utama dan kejar-kejaran sama batre laptop buat kirim foto buat artikel hari itu, saya mengakhiri petualangan di Tanah Tinggi Skotlandia ala Karawaci (buntutnya deket amat dari rumah hehe).

Sebenarnya, acara ditutup dengan Up Helly Aa atau fire festival dan kembang api, tapi berhubung acaranya malam, saya memilih menghindar dari kerumunan bule-bule yang sudah mulai bau bir. Ohoho, daripada ngurusin orang mabok, mending pulang, tidur.

Acaranya cukup seru, banyak cibul yg minta dibawa pulang sm bule2 itu (pastinya) LOL. Cuma, venuenya terlalu luas jadi untuk mencapai satu atraksi ke atraksi lainnya harus mengelilingi satu lapangan sepak bola. Ditambah cuaca yang cukup panas dan gerah, bikin muka pliket. Tapi hati senang, saking senangnya sampai handuk kecil yang saya sampirkan di selipan tas raib (dipastikan jatuh somewhere di tanah Skotlandia2an itu). Yaa, udahlah beli lagi, jangan kaya orang susah ehehehe.

Sampai ketemu di JHG 2012!

tukang foto yang makin keling


9 thoughts on “Berpeluh di Tanah Tinggi Skotlandia

  1. Kayanya pernah tau deh.. kalo nikah pun, buat ngerebutin cewenya gitu, beberapa pria adu lempar2 balok gitu jauh2an.. siapa yang paling jauh berarti paling kuat dan menang

  2. Salam kenal mbak yang nulis, wah keren nih acara, saya termasuk orang yang menggilai budaya scotland. It`s Amazing Grace. Saya jadi ngiri sama mbak, bisa ngeliput yang pasti bisa lebih dalam tau bagaimana budaya scotland dari bule bule sono. Oh iyah mbka, ini acara bisa dihadiri sama siapa aja? add me: @RifanyH. Terimakasih sebelum nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s