Ngeju Yok!

Postingan ini merupakan bukti kekalahan saya melawan pinkylightsaber, ksatria jedi nomor wahid di seantero Planet Bekasia. Semalam saya menantang dia untuk blog race tentang hasil temuan kami di Planet Cheesy kemarin. Awalnya dia sempet jiper dengan menyebut saya sebagai blog queen. Ha! Dia belom tau tentang ratu yang ini haha. Itu baru ratu blogger😉. Akhirnya kami bertanding dan saya dengan internet yang eror tidak bisa mencapai garis deadline pada pukul 00.00 tadi malam. Saya harus merelakan sekaleng permen fox yang bertengger di meja kantor untuk diberikan kepada pinkylightsaber sebagai tropi kemenangan. Ok, cukup dengan kekalahan saya dalam blog race kali ini. Selamat membaca dan semoga bermanfaat.

Planet Cheesy

Oke, kemarin kami bertandang ke sebuah planet bernama Cheesy. Di sana kami bertemu dengan penguasa planet itu yaitu Mr. Neil Willman, beliau adalah salah satu ahli keju (bukan hanya pembuat keju lho) yang aslinya berasal dari sebuah planet bernama Australia. Ia sudah malang melintang di dunia per-kejuan selama kurang lebih 40 tahun. Dia adalah juri untuk lomba keju tingkat nasional dan internasional dan seorang kepala sekolah di sekolah khusus keju. Profil lengkapnya bisa dilihat di sini.

Pertemuan diawali dengan pinkylightsaber mewawancarai Pak Willman tentang kisah bagaimana hidupnya bisa berujung dengan keju. Pak Willman bilang sejak ia masih kecil dan baru bisa jalan, dia sudah makan keju. Saking cintanya sama keju, ia sampai bercanda, “I even born with cheese in my mouth”.

Begitu beliau tahu bahwa ada berbagai jenis keju di dunia, Pak Willman memutuskan untuk hidup demi keju. Ia selalu berpikir bahwa ia tidak akan pernah cukup untuk tahu semua hal tentang keju. Ia jadi seakan haus pengetahuan tentang keju dan pola pikir semacam ini membuat dia “intellectually excited” karena kenyataannya dia selalu belajar hal baru tentang keju. “A day without cheese is not worth living” gitu katanya sambil tersenyum lebar.

wow, saya ketemu lagi sama orang dengan passion yang sangat besar terhadap sesuatu dan sampai detik ini masih konsisten dengan perkataannya.

Perkenalkan, ini Keju!

Ikut kuliah keju sejenak

Setelah wawancara, kami mengikuti Pak Willman yang ternyata akan memberi sebuah presentasi singkat di depan beberapa pengusaha lokal. Saya lebih suka menyebut presentasi ini sebagai kuliah singkat karena mendengarkan Pak Willman bicara, saya seakan mengikuti kuliah di New Zealand Cheese School, dimana Pak Willman adalah kepala sekolahnya. Di kuliah singkat ini, kami belajar berbagai jenis keju. Ada beberapa jenis keju yaitu:

  1. Fresh unripened cheese, yang juga dikenal dengan Soft White. Bentuk keju yang paling sederhana dengan tekstur yang lembut dan halus. Keju ini rendah lemak daripada tipe hard cheese dan tidak diproses melalui apapun. Aroma keju ini sangat soft dan tidak kuat, dan rasanya mirip dengan susu. Umur keju ini tidak panjang, hanya bisa tahan untuk 1 hingga 2 minggu setelah dibuka. Yang termasuk dalam jenis ini adalah feta, cream cheese, mascarpone, ricotta, cottage cheese, quark, stracchino, Neufchatel, dan creamed cottage cheese.
  2. Stretched curd cheese. Keju ini disebut juga keju elastik. Hal ini dikarenkan proses pembuatannya dimana dadih keju direbus dalam air dengan suhu 70°C – 80°C hingga elastik. Dadih keju kemudian diremas dan ditarik dan diikat dengan benang. Proses produksi seperti ini member tekstur berserabut pada keju dan meregang ketika dilumerkan. Oleh karena itu, keju ini disebut juga sebagai string cheese. Umur keju ini sekitar 4 minggu setelah kemasan dibuka. Usahakan disimpan dalam kulkas dan dibungkus rapat, kalau tidak ia akan mengeriing. Keju yang termasuk dalam tipe ini adalah mozzarella, pizza cheese, bocconcini dan haloumi.
  3. White mould cheese. Keju yang dibiarkan ‘menua dan menjamur’ mulai dari bagian luar hingga dalamnya. Proses ini merupakan bagian dari pematangan dan karakter dari keju. Ketika jamur yang berwana putih sudah memenuhi permukaan  keju, maka keju akan dibungkus dengan kertas pembungkus khusus untuk keju. Ini merupakan tahap palling penting untuk proses pematangan keju. Ketika kulit luar keju menjamur dan ‘menua’ permukaannya akan mulai retak dan berganti warna dari putih bersih menjadi broken white yang kadang diwarnai dengan warna oranye. Ini tandanya keju telah matang dan siap dimakan. Tekstur kejunya sangat creamy dan mengkilap. Umur keju ini berkisar antara 1 hingga 4 minggu. Yang termasuk dalam jenis ini adalah camembert, brie, double bried, dan triple cream brie.
  4. Washed rind cheese. Keju ini memiliki aroma yang paling kuat dibanding keju-keju lain di dunia. Namun, memiliki rasa keju yang sedikit manis. Dalam proses pembuatannya, kulit keju ini dicuci dengan larutan air garam yang mengandung bakteria khusus yaitu Brevibacterium Linens (disebut juga Brevy atau B. Linens). Bakteria inilah yang memberi aroma khas pada kulit keju dan warna merah atau oranye yang khas. Umur keju ini berkisar antara 1-4 minggu. Yang termasuk jenis ini adalah semi-soft washed rind, wine washed rind, dan reblochon.
  5. Cheddar style cheese. Ini merupakan keju yang paling umum dan populer di kalangan masyarakat awam. Menurut Pak Willman, jumlah konsumsi cheddar di Australia mencapai 13 kg per orang per tahunnya. Keju ini juga mengandung banyak kalsium sehingga bagus untuk pertumbuhan tulang. Umur keju ini tidak terkira tergantung penyimpanan. Keju ini baiknya disajikan dalam suhu ruangan. jangan dibekukan karena akan kering dan mudah hancur. Tidak enak untuk dikonsumsi kecuali diparut untuk dicampur dalam masakan. Yang termasuk jenis ini adalah cheddar, Cheshire, club cheese, Colby, red leichester, Lancashire dan glouchester.
  6. Eye cheese, atau saya suka menyebutnya dengan istilah keju bolong-bolong (kayak yang di film Tom and Jerry itu, lho). Keju ini dinamakan eye cheese karena terdapat lubang – lubang akibat gelembung gas karbondioksida yang dihasilkan dalam proses pematangan. Keju ini memiliki tekstur yang lembut seperti satin dan rasanya manis. Keju ini bisa tahan hingga beberapa minggu di kulkas. Yang termasuk jenis ini adalah swiss style, emmenthal, gruyere, tilsit, raclette, gouda, dan edam.
  7. Blue cheese. Keju unik dengan tebaran jamur biru, hijau, abu-abu dipermukaan ataupun di dalamnya. Keju ini merupakan keju dengan aroma paling kuat dan rasa yang paling tajam. Rasanya asin tetapi ada beberapa versi mild yang lebih enak di mulut. Keju ini tahan hingga 4 minggu. Letakkan di kulkas dalam kotak plastik tersendiri untuk menghindari perubahan rasa dan aroma pada bahan makanan yang lain. Yang termasuk dalam jenis ini adalah blue brie, gorgonzola style blue, Danish style blue
  8. Hard cheese. Keju ini punya rasa yang khas dan kuat. Umurnya sangat panjang karena tingkat kelembabannya rendah. Semakin lama disimpan, maka rasa dan karakter dari keju ini akan semakin berkembang. Keju ini biasanya digunakan sebagai parutan untuk dicampur ke dalam masakan. yag termasuk ke dalam jenis ini adalah parmesan, pepato, pecorino, dan romano. Keju ini bisa disimpan hingga 12 bulan.

Untuk semua jenis keju tersebut, tidak disarankan untuk diletakan di dalam freezer kecuali jika memang ingin dipakai untuk diparut. Sebenarnya masih banyak jenis keju lainnya, seperti keju untuk hamburger, bentuk dan takarannya juga beda dengan yang di atas. Alat pemotong keju juga dibedakan menurut jenis keju, tidak bisa asal potong.

Best Before

Pak Willman juga memberi tahu tentang apa yang dimaksud dengan ‘best before’ pada kemasan keju. Best before di sini maksudnya adalah keju ini (cheddar) akan baik dikonsumsi sebelum tanggal yang tertera, tapi dikonsumsi dalam bentuk mild cheese. Begitu lewat tanggal kadaluarsa, bukan berarti keju tsb basi atau tidak bisa dimakan. Justru, keju itu telah berubah menjadi keju dengan kualitas yang lebih tinggi karena ia semakin menua. Aroma dan rasanya akan lebih keluar.

Jamur (mould)

Jika menemukan bintik putih, biru, atau hijau pada keju anda, jangan takut dan jangan langsung dibuang. Bintik putih itu adalah kalsium jadi jamur itu tidak berbahaya, justru ia yang menambah proses pematangan keju. Potong saja bagian yang berjamur selebihnya keju aman untuk dikonsumsi. Namun, jika jamur berwarna hitam atau merah, buang saja keju karena keju sudah tidak baik dikonsumsi.

Cheese, free flow!

Yihaa, menu makan sore kami kemarin adalah keju. Di sela-sela presentasi mengenai keju, kami disuguhi beberapa potong keju yang berbeda-beda. Yang pertama adalah extra tasty cheddar. Teksturnya lebih kasar dari cheddar biasa dan rasanya lebih kuat karena menurut Pak Willman, keju ini disimpan lebih lama dibandingkan keju cheddar pada umumnya. Oiya, jika keju cheddar dibiarkan terbuka dalam waktu yang lama, ia akan mengering dan mengeras dan akan berubah menjadi hard cheese. Rasa dan aromanya juga lebih kuat.

Keju yang kedua adalah Camembert yang merupakan tipe white mould cheese. Teksturnya kenyal dan rasanya enak. Saya juga keju ini tapi pinkylightsaber bilang keju ini ‘enegh’ hahaha. Keju yang ketiga adalah Parmesan. Aroma dan rasanya kuat dan seperti durian (kata pinkylightsaber). Orang di belakang saya juga bilang rasanya kayak durian (ih, lidah saya kenapa ya? Nggak ada rasa durian sama sekali kok).

camembert

Keju yang ke-empat adalah yang paling aneh menurut saya yaitu feta cheese with fruit. Keju lembut dicampur irisan melon dan mangga plus ada parutan kelapa. Aneh banget rasanya (cepet2 nyeruput aqua gelas di depan mata). Si pinkylightsaber ‘ngantongin’ dua bungkus lemnos cheese ini, katanya sih enak.

feta cheese fruit

Banyak orang yang setuju dengan saya rupanya. Tapi bagi Pak Willman, justru ini enak. Ia kemudian menceritakan pengalamannya ketika makan buah durian. “Ketika pertama kali mencicipi durian di Singapura, saya bilang ‘ugh, this fruit tastes awfull’. So, how come you can eat durian but you can’t eat cheese?,” katanya lagi-lagi sambil tertawa. “Itu mungkin karena saya tidak terbiasa dengan durian sedangkan kalian terbiasa jadinya ya biasa-biasa saja. Sama seperti keju,” tambahnya.

Keju terakhir adalah feta ‘normal’ tanpa campuran apapun. Nah, ini baru enak. Rasanya creamy, cocok buat dimakan bareng crackers. Bule skotlandia di belakang saya sampe nambah ngambil beberapa blok feta lagi (demen apa laper itu bule ya?).

feta cheese

Beberapa orang mungkin tidak terbiasa makan keju yang rasanya mungkin tidak lumrah itu. Namun, Pak Willman punya tips buat mengatasi itu: “Cobalah mulai dengan mild cheese yang rasanya paling ringan seperti cream cheese, setelah itu pelan-pelan secara bertahap meningkat pada yang rasanya paling kuat.”

Cheese cake juga merupakan pilihan terbaik bagi mereka yang tidak terbiasa dengan keju.  Weh, jadi nambah lagi pengetahuan nih. Ternyata keju bukan sekedar lembaran di sela-sela roti. Oh iya dari kuliah singkat ini ada beberapa fakta baik tentang keju cheddar (keju yang paling populer untuk dikonsumsi):

  1. Mengkonsumsi keju setelah makan merupakan salah satu cara untuk membantu mengurangi kerusakan gigi.
  2. Mengkomsumsi keju cheddar, dan jenis keju semi-hard tidak menyebabkan kadar kolesterol dalam darah naik.
  3. Keju cheddar, kemudian tipe hard dan semi-hard memiliki kandungan kalsium paling banyak sehingga bagus untuk kesehatan dan pertumbuhan tulang yang kuat.
  4. Semua jenis keju memiliki tingkat laktosa yang kecil (bagi yang alergi laktosa) hanya keju jenis Ricotta, Paneer, dan Haloumi yang mengandung sedikit laktosa.

So, selamat menikmati keju!

8 thoughts on “Ngeju Yok!

  1. Nah, masalahnya, saya gak percaya dengan keju cheddar pasaran yang bisa dengan mudah kita dapatkan di supermarket.😛

    Kalo cream cheese (juga merek pasaran yang saya sebut di atas), saya suka.😀

    • oiya, kata pak willman, keju australia itu kan terkenal baik kualitasnya karena sapi2 mrk bahagia. makan rumput cukup, dilepas di padang rumput yg luas, nggak stress, mknya nggak kena penyakit sapi gila atau kuku dan mulut. sapi2nya sehat2. nah klo di sini, sapi dicekokin aer (sapi gelondongan) sapi dipecut buat bajak (eh, itu kebo ya), gmn kejunya mau bagus klo sapi2nya aja stres semua.

      cream cheese itu juga bisa buat maskeran lho heheheh😀

      • Waduh, setelah ampas kopi bisa dibuat maskeran, sekarang saya tahu lagi bahwa cream cheese bisa juga.😀

        Maap nih, bukannya saya meragukan keju buatan kraft, tapi… apakah keju kraft tergolong keju yang baik? Maksudnya… aduh, gini, saya menemukan bahan pengawet di dalam daftar komposisinya. Apakah itu wajar ya? Apa semua keju (bahkan keju buatan luar negeri) memakai bahan pengawet? 😐

      • wow, kopi? hmm patut dicoba. oiya, td bgtu sampe rumah, saya langsung cek kemasan keju itu, ih iya lho ada preservative-nyao_O;. hmm klo ttg wajar apa nggak, saya nggak tau deh, kmrn sih gk dibilang ttg zat preservative itu. wah hrs tanya pak willman nih…

  2. mb…seru banget tulisannya, secara anakku smua suka keju…apa aja maunya dikasi keju…btw ini dimana? mb pergi ke NZ? bagaimana dgn tempat pembuatan keju di sukabumi (baros) kalau ga salah? apa mb sdh pernah membandingkan kualitasnya dgn yg di Mr Neilman?

    tks sharingnya…

    • ini aku di markasnya cimory di daerah artha gading mbak. kebetulan diundang sama kedubes australia buat dateng n ketemu sama pak Neil. kedatangan beliau sehubungan dgn program austrade-nya kedubes aussie. jd lebih promosi tentang keju australia. maaf aku blm pernah ke tempat pengolahan keju di sini.

      wah, komennya mbak ajeng kok jd masuk spam, ya? bingung aku heheh untung tak cek dulu sebelum tak delete😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s