Kejahatan Pertama di Calabria

Oke, waktu itu saya baru sekitar dua minggu di Rende, Calabria tapi saya sudah melakukan kejahatan. Tidak besar sih tapi cukup membuat ingin menutup muka sampai depan pintu kamar. Berawal dari tiket bis. Di Italia, kita tidak perlu membayar ongkos berupa uang tapi cukup dengan membeli tiket atau disebut juga Biglietto.

Nah, harga tiket ini tergantung waktu. Ada tiket seharga 1, 20 euro untuk waktu guna 90 menit. Ini artinya tiket hanya berlaku untuk 90 menit setelah divalidasi. Validasi? Ya, semua tiket bis maupun kereta di Italia harus divalidasi. Caranya dengan memasukkan tiket ke dalam sebuah mesin yang ada di dekat pak sopir (kalau bis) dan di stasiun (kalau kereta). Setelah tiket divalidasi (layaknya mesin absen kantoran) maka hari tanggal dan jam waktu validasi akan tercetak di bagian putih di ujung tiket. Jika membeli tiket 90 menit maka batas waktu masa berlaku tiket adalah 90 menit dari waktu yang tertera. Kalau mau aman sih, baiknya beli yang “Giornaliero” yaitu tiket untuk satu hari penuh. Tapi harganya juga lebih mahal yaitu 3 Euro. Kalau sering-sering pergi pakai bus ada juga tiket untuk satu minggu yang harganya 9 Euro. Hmm…tinggal dipilih aja sesuai kemampuan kantong hehe (kalo saya cuma mampu yang 1,20 Euro atau jalan kaki aja deh).

Tiket bus untuk 1 hari

Ok, berhubung kota ini hampir 80 persen dihuni oleh mahasiswa. Sudah pasti ada trik untuk mengakali supaya tiket ini bisa dipakai berkali-kali. Ada yang ‘mencurangi’ dengan cara melipat menjadi 2 agar validasinya hanya sedikit mengenai bagian putih, ada juga yang nekat tidak memvalidasi. Nggak apa-apa tuh?  Ya, asalkan tidak ada petugas yang mengecek tiket sih tidak apa-apa. Anggap saja naik bus gratis.

Ok, kejahatan saya berhubungan dengan validasi tiket. Waktu itu saya dan ketiga teman saya, lupa untuk memvalidasi tiket. Ketika petugas pengecek karcis masuk ke dalam bis, kami langsung panic dan langsung mendekat dan berusaha memvalidasi karcis. Namun, terlambat karena pak sopir sudah mematikan mesin itu tanpa kami sadar.

Alhasil, ketika melihat karcis kami masih putih bersih, petugas langsung meminta sopir untuk mematikan alat tersebut. Kami mati kutu. Akhirnya petugas mengecek tiket kami yang masih bersih. Ketika saya tunjukkan tiket yang saya punya itu, ia mengeryitkan dahi dan mulai menyuruh sopir untuk merapat ke pinggir.

Kami dengan tampang bodoh cuma saling bertatap pandang mencoba mencerna maksud si bapak ini. Karena yang diajak omong nggak ngerti juga, ia pun berkata  “il piedi” artinya “Jalan kaki sonoh lu!” Heheh akhirnya kami jalan kaki sampai ke rumah. Lumayan jalan sore. Menurut teman yang sudah lama di sini, kami beruntung karena hanya disuruh jalan, bukan denda 50 euro. Heiks! Mending suruh jalan aja deh.

Pelajaran yang bisa diambil dari kasus ini adalah perhatikan jalan supaya tidak sala, tapi jika sudah terlanjur berbuat salah ya pasang aja tampang bloon dan pura-pura ehm…memang tidak mengerti bahasa Italia. First crime in Rende: cheating for bus ticket! lol

One thought on “Kejahatan Pertama di Calabria

  1. nyahahhah..gw jg pernah waktu di belanda..ngga ngerti bahasa nye..! salah beli jalur kl ga salah..Sebenernya kena denda jg gede..sama pura2 bloon dan pakde kalo ngomong english dadakan jg gagap..hehe akhirnya di blhin nerusin perjalanan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s