Kehangatan dari Selatan

Bagian selatan Italia memang lebih hangat dibanding dengan daerah utara. Banyak kabar yang saya dengar, orang-orang di selatan Italia juga lebih hangat. Seorang teman italia saya pernah berkata pada saya “Kalau kamu nyasar di Milan, kamu pasti mati. Jangan harap akan ada orang yang membantu tanpa diminta. Tapi di Selatan, tanpa kamu minta pun orang pasti akan datang membatu kalau kamu kebingungan”.

Memang ada pandangan bahwa Italia selatan, khususnya Calabria bukanlah bagian dari Italia. Ini seperti di negeri antah berantah. Karena entah mengapa banyak sekali perbedaan yang terdapat antara kedua bagian ini (utara dan selatan). Orang Utara menganggap orang Selatan adalah orang desa. Hmm…mungkin ada benarnya karena daerah selatan memang lebih didominasi oleh pegunungan dan menurut beberapa teman, perekonomian di sini juga tidak sepesat di Utara. Satu lagi permasalahan adalah, orang – orang Selatan, jarang yang bisa bicara bahasa Inggris. Mereka juga punya dialek sendiri yang membuat mereka seperti tidak sedang bicara dengan bahasa italia, ini namanya dialetto calabrese. Kalau mau tahu, bisa nonton film “Benvenuti Al Sud” yang kocak banget.

Tapi, saya suka Selatan!😀

Setelah mendengar rumor bahwa orang-orang selatan itu memang ramah dan hangat, akhirnya saya bertemu juga dengan mereka. Lagi-lagi pertemuan yang tidak diduga. Berawal dari teman saya, Christine, yang merupakan anggota Leo Club di Medan. Leo club ini semacam organisasi pemuda internasional. Cabangnya ada dimana-mana, termasuk di kota kecil seperti Cosenza. Rupanya, teman saya ini mencari-cari apakah ada Leo Club di deket kota kami, Rende (lebih kecil dari Cosenza). Dan, ternyata dia menemukan club ini. Setelah melakukan kontak, akhirnya mereka janji bertemu di Cosenza. Awalnya saya berpikir, oh, kami hanya mengantar dan menemani saja.

Ketika sampai di tempat pertemuan, ternyata mereka sedang mengadakan pertemuan. Saya sempat merasa nggak enak karena takut mengganggu mereka. Di luar dugaan, justru mereka menyambut kami dengan ramah.

Leo Club, you’re awesome!

Presiden Club-nya, Marlena Parisi, super duper ramah! Anggota – anggota yang lain juga sangat welcome. Kami yang awalnya grogi akhirnya jadi lebih santai karena mereka selalu berusaha untuk berbicara dengan bahasa inggris. Pertemuan singkat ini diakhiri dengan, Marlena yang mengajak kami untuk ikut kegiatan mereka. Kebetulan mereka akan merayakan ulang tahun club di panti asuhan bersama anak-anak.

Jadi, hari Senin kemarin, saya dan tiga orang lainnya dijemput Marlena untuk sama-sama menuju panti asuhan. Setelah bertemu dengan anggota yang lain, kami meluncur menuju panti. Mmm…agak sedikit terlambat, tapi kata Marlena dan teman saya Harry yang sudah 2 tahun di sini, orang italia itu biasa terlambat (wow, ternyata orang Indonesia ada saingannya nih hihi).

Sampai di panti, kami langsung disambut sekitar belasan anak – anak yang duhhh lucu-lucu banget. Pipinya saingan deh sama Kai-nya neechan Imelda hehe. Kami langsung mendekorasi aula kecil dan menata makanan. Masing-masing anggota membawa masakannya masing-masing. Kalau kata mereka, ini kesempatan buat mencicipi masakan Italia yang sesungguhnya *tsah*. Karena mereka tahu, kalau makanan di Mensa (kantin di kampus) tidak enak (menurut mereka lho), menurut kami sih, yahh, yang penting makan gratis hehe.

Alessandro, saingannya si pipi tomat, Kai hihi

Setelah pengukuhan anggota baru, Auguri Francescoo!! Acara makan-makan dimulai. Ketika penutup dibuka, wohooooooo, semua tampak lezatt! Tapi sayang nggak semua bisa saya cicipi karena beberapa hidangan menggunakan daging B2. Tapi mereka rupanya juga sudah diberitahu bahwa ada satu anak yang berasal dari Maroko dan dia muslim. Jadi, saya juga ikut dipilihin makanan yang nggak ada dagingnya.

Saya mencoba lasagna buatan Alberto yang rasanya wuaahhhh, mantab! Saya ngaku kalah deh! Hehehe oiya, rata-rata cowok italia itu bisa masak. Saya pernah dikasih sepotong tiramisu sama room mate saya si PinkyLlightSaber dan rasanya enaakkk. Mungkin itu tiramisu terenak yang pernah saya coba dan yang mengejutkan adalah kokinya itu cowok! Wawo_O;

Happy 37th Birthday Leo Club Cosenza!

Oke, kembali ke acara makan-makan Leo Club. Baru kali itu saya mencicipi makanan Italia. Kesempatan ini juga saya pakai untuk melancarkan bahasa Italia saya: bicara dengan anak kecil hehe. Bicara dengan mereka akan lebih mudah karena bahasa mereka masih sederhana. Satu hal yang membuat saya suka bicara dengan anak-anak kecil adalah tidak peduli bahasa apa yang digunakan, tapi mereka bisa mengerti lewat mata dan senyuman. Melihat anak-anak yang lucu ini saya gembira sekaligus sedih. Gembira karena mereka lucu-lucu. Sedih karena sekecil itu, mereka sudah tidak punya orang tua. Terkadang kita memang harus melihat kesusahan orang lain agar bisa terus bersyukur atas apa yang kita punya.

Akhirnya saya membenarkan rumor makanan italia itu enak dan orang-orangnya hangat. Di malam yang dingin itu, saya ada di tempat ini, bersama orang-orang yang tidak saya kenal sebelumnya. Tanpa prejudice, tanpa peduli saya memakai kerudung, mereka tersenyum bersama saya. Oh, Calabria, Aku jatuh cinta padamu!

5 thoughts on “Kehangatan dari Selatan

  1. suka banget….suka makanan Itali…suka ceritanya…suka persahabatan dan bertemu teman baru…suka anak-anak (jadi inget koran BERANI ya mb ? tiap hari aku ikutan baca lhoo)….suka semuanya…..

    sehat sll ya mb, smg smuanya lancar disana

    • hehe iya, liat anak2 ini, aku jd inget anak2 di Indonesia. Wah, pembaca setia Berani tho? hihi sekarang Berani dah jadi weekly mbak, udah nggak harian lagi, plus ada majalahnya juga *jd promosi deh* hehe trima kasih doa & dukungannya, aku lg butuh karena mau ujian nih. makasih karena selalu setia baca blog-ku ya mbak🙂

  2. wow… ternyata bener ya kak… soalnya selama ini aku juga udah sedikit investigasi tentang Itali [waktu tahun 2010]… menurut keterangan, katanya orang Utara ama Selatan emang beda banget. Orang Selatan cenderung dicap sebagai orang kampung. Dari segi nama juga dibedain, orang Utara biasanya akhiran namanya pake huruf ‘i’ ya misalnya Rossi. Sedangkan orang Selatan biasanya pake ‘o’ misalnya Christoforo. Itu bener nggak ya? ^_~

  3. Pingback: Selamat Datang di Italia Bagian Indonesia! « Doppelganger is here

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s