Selamat Datang di Italia Bagian Indonesia!

Setelah dijamu dengan hangat oleh teman-teman dari Leo Club Cosenza, giliran saya yang harus menepati janji: makan malam dengan hidangan khas Indonesia! Dan mereka sungguh sangat antusias dengan ajakan itu. Terutama si adek ganteng hihihi.

Tempat dan tanggal ditentukan. Pada Kamis, 26 January bertempat di apartemen si cowok komdak komdak A.K.A Raymond Sembiring (dia ini anak Indonesia yang paling akhir datang ke Calabria) kami mengundang teman-teman Leo Club Cosenza untuk makan malam bersama.

Mari memasak!

Karena kali ini tukang masakanya hanya dua, maka menu-nya juga tidak banyak. Dari saya, menu andalan adalah Telur Balado. Menu lainnya adalah nasi uduk ayam (maksa) dan Ayam bumbu rujak. Untung ada Riri, yang berbaik hati meminjamkan bumbu rujak instant-nya, saya tertolong ketika memasak ayam bumbu rujak.

Sejak pagi, saya hanya berkutat di dapur (milik Riri). Targetnya, pukul 6 semua harus sudah siap karena undangan makan adalah jam 8 malam. Jam 2 siang, telur balado siap. Menu berikutnya adalah nasi uduk dan ayam bumbu rujak. Aih, berpeluh mengiris bawang dan dikejar waktu, layaknya ikut kompetisi master chef aja!

Telur Balado

Jam 5 lewat sedikit, nasi uduk dan ayam bumbu rujak siap! Nasi uduknya sedikit gagal. Terus terang saya bingung menggunakan beras yang ada di sini karena ada berbagai macam beras untuk kegunaan yang berbeda-beda. Pilihan yang paling mendekati dengan beras Indonesia adalah jenis Thai Bonnet karena asumsinya nasi Thailand tidak jauh beda dengan nasi Indonesia. Santan kelapa digantikan dengan susu dengan ditambahkan sedikit garam dan irisan bawang serta ayam.

Thai Bonnet

Jam 7 lebih sedikit, apartemen Ray didekor karena temboknya penuh dengan coret-coretan tak bermakna. Untung teman saya, Christine, cerdik. Dia punya beberapa brosur tentang Indonesia dan peta Indonesia yang cukup besar ukurannya. Brosur-brosur itu akhirnya ditempel sana sini untuk menutupi kata-kata tidak senonoh itu.

Jam 8, para tamu berdatangan. Hari ini ada acara mogok bersama akibat kenaikan dan kelangkaan bahan bakar. Beberapa teman leo club jadi terpaksi harus naik bis karena tidak ada bensin setetes pun untuk kendaraan mereka.

Satu per satu tamunya sudah lengkap. Waktunya menyantap masakan yang ada. Menu lengkapnya adalah nasi uduk, mie goreng, telur balado, ayam bumbu rujak, sambal goreng kacang, perkedel, dan dua buah kue yang dibawa oleh teman-teman Leo Club. Ugh, makanannya sudah dingin karena di sini memang cepat sekali dinign karena cuacanya memang kayak di lemari es!

Christine & Harry: Para pembuat perkedel.

Sebelum mereka menyantap, saya menerangkan tentang menu tersebut dan memperingatkan bahwa ada banyak cabai pada telur balado. Mereka dengan pede bilang, “Oh orang Calabria tidak takut makan cabai karena daerah kami terkenal dengan cabainya”.

Tapi, nyatanya ada juga satu dua orang yang terbatuk-batuk ketika makan telur balado buatan saya, ups!😀

Sambil makan, mereka memperhatikan tempelan brosur di dinding. Kami menjelaskan pada mereka tentang Indonesia dan kepulauannya. Beberapa orang membaca brosur perjalanan wisata berbahasa Italia yang dibawa Christine dari Kedubes Indonesia di Roma. Saya mendengar mereka berkata, “Andiamo a Bali! (ke Bali yuk!)” —> begitu kira-kira.

Menjelaskan dari Sabang sampai Merauke

Kami sudah seperti paviliun kecil dalam pameran internasional untuk memperkenalkan Indonesia. Lengkap dengan makanan, contoh kain (taplak batik untuk alas meja) dan brosur tentang keindahan tanah air. Mereka semua antusias sekali dan banyak bertanya tentang Indonesia. Wah, kami bisa jadi duta bangsa juga ya ternyata hehe.

Leo Club Cosenza + Indonesia

2 thoughts on “Selamat Datang di Italia Bagian Indonesia!

  1. sukses acaranya ya mb…sayang kok ga bawa koran Berani ? hehe itu kan satu-satunya koran anak-anak Indonesia…btw tapi aku agak heran kok tampilannya berubah jadi seperti majalah ya sekarang?

    • hehehe aku bawa koran berani sih mbak waktu berangkat ke sini, tapi aku tinggal di KBRI Roma semua hehehe oiya, sekarang beda formatnya jadi koran weekly sama majalah dwi mingguan heheh gmn mbak? makin bagus nggak?? aku malah belum liat😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s