Dua Janji 

We made it, mum!

We made it, mum!

Tahun lalu, orang spesial inilah yang jadi pemacu utama untuk memenuhi janji- janji yang sudah saya buat dari bertahun-tahun lamanya.

Janji pertama: menyelesaikan studi S2 yang kala itu sedang ditempuh mati-matian untuk lulus. Alhamdulillah tunai sudah. Lega karena impian beliau semasa hidupnya adalah meneruskan kuliah di luar negeri.

Janji kedua: membawa beliau untuk melihat negara yang selalu ingin dia lihat. Selain karena kakak beliau sudah “ngendon” di sana berpuluh-puluh tahun, juga saudara-saudaranya yang lain sudah pernah menginjakkan kaki ke negerinya hitler ini. Walaupun tidak langsung, akhirnya tunai juga buat bawa beliau melihat kota dimana kakak kesayanganya tinggal: Münster!

Perjalanan menuju Jerman memang tidak gampang. Di awal perjalanan, saya harus kehilangan €40 demi mengejar pesawat menuju Düsseldorf karena kelalaian pihak kereta api yang terlambat dan tidak mau tahu.

Juga banyak yang menyayangkan kenapa saya harus pergi jalan-jalan, menghabiskan uang bukannya pulang ke Indonesia untuk mencari kerja. Heran, padahal kalau mereka pergi jalan-jalan saya tidak pernah komentar. Saya memang jarang pergi jalan keliling karena selain menabung uang untuk perjalanan ini, juga karena saya bertekad untuk tidak bersenang-senang sebelum tesis saya kelar padahal godaan tiket pesawat promo murah berkali-kali datang menggoda. Juga saya berkali-kali harus men-cancel rencana perjalanan ke Jerman karena ada tugas atau field trip dari kuliah.

Tapi ini justru ini yg membuat saya semakin yakin bahwa harus pergi.

Akhirnya, kesabaran itu terbayar. Alhamdulillah di tengah kesulitan banyak orang-orang yang menolong agar saya sampai pada tujuan. Uang yang dikumpulkan selama setahun setengah akhirnya cukup juga untuk memberikan hadiah kelulusan untuk saya sendiri dan juga hadiah ulang tahun untuk Almarhumah ibu saya. Seakan Allah membantu saya untuk menunaikan janji saya ini.

Selamat ulang tahun ya ma. Maaf tahun ini nggak bisa kasih apa-apa. In sya Allah di tahun- tahun mendatang bisa mewujudkan impian mama yang terakhir: lihat rumah Allah. aamiin ya rabbal’alaamiin.

One thought on “Dua Janji 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s