Menanti si Neve

Bukan si Neve yang aktris hollywood itu, tetapi Neve di sini artinya Salju. Sudah diceritakan kalau memang suhu di Rende hari ini sangat luar biasa dingin. Malam ini menurut ilmeteo.it, suhu di Rende adalah 2 derajat Celcius. Kami, anak-anak Indonesia tahun pertama di Unical, sudah mendamba sangat akan salju (walaupun sebagian dari mereka sudah ada yang pernah ke gunung dan bertemu salju). Tapi kami tetap mendamba menemukan setumpuk salju di depan pintu apartemen kami masing-masing.

Seharusnya bersalju…

Lho, sebenarnya kalian di Eropa bukan sih? Yah, kami memang di Eropa. Italia selatan tepatnya yang terkenal dengan kehangatan dan sinar mataharinya. Jadi mungkin bagi orang-orang Eropa Utara, suhu 2 derajat ini bisa jadi sangat hangat, mengingat suhu di tempat mereka bisa mencapai -22 derajat celcius. Saya nggak kuat untuk membayangkan dinginnya, brrr….Dua tahun lalu, salju turun di Rende. Lumayan tebal. Tapi, tahun lalu, tidak ada salju pada bulan Desember. Jadi, salju pada musim dingin memang jadi sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh orang selatan.

Tadi sehabis makan malam, kami, lagi-lagi anak Indonesia sempat bersorak sorai karena tiba2 air hujan berubah menjadi putih seperti lembaran kapas putih. “Akhirnya saljuuuuuu!” teriak beberapa dari kami. Orang-orang hanya melihat kami. Mungkin keheranan kenapa orang-orang ini terlihat gembira dengan salju yang belum jadi.

Tak lama salju jadi-jadian itu berubah menjadi tetesan air. Yaaa, nggak jadi saljuan deh. Dan baru saja, PLS masuk ke kamar dan bilang “Ka, salju!”. Saya langsung membuka tirai jendela dan kecewa karena masih air yang turun. Ini sudah ke sekian kalinya sejak memasuki musim dingin dan mendengar gosip bahwa si salju akan datang, saya dengan antusias membuka tirai jendela dan berharap salju akan turun.

Tapi, malam ini saya harus kecewa lagi. Rupanya di beberapa tempat dekat lingkungan kampus salju sudah turun. Saya berkata pada PLS, hmm orang Indonesia ternyata terobsesi dengan turunnya salju. Oh salju, kami menantimuuuu!

2 thoughts on “Menanti si Neve

  1. wahhh… ternyata banyak juga yang tak sabar menanti kedatangan salju… mungkin karena salju gak bisa dijumpai diindonesia ya mbak, sehingga ada sensasi tersendiri ketika turunnya salju disana…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s